Terdakwa kasus penyelundupan miras Then Then alias Toni yang merupakan Bos Toko Elektronik Bintang Jaya saat menjalani sidang putusan PN Manokwari, Jumat, 18 Januari 2019. /Foto: Kris Tanjung
Hukum & Kriminal

Kerap Selundupkan Miras ke Manokwari, Bos Bintang Jaya Divonis 5 Bulan Penjara

Bagikan ini:
  • 86
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    86
    Shares

MANOKWARI,sorongraya.co – Bos pemilik Toko Elektronik Bintang Jaya Then Then alias Toni (37) divonis 5 bulan penjara lantaran kerap melakukan penyelundupan minuman keras (miras) ke Manokwari.

Tak hanya divonis 5 bulan penjara, Toni juga didenda Rp 40 juta subsider 3 bulan penjara oleh Majelis Hakim, Faisal M. Kossah, SH, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Manokwari. Jumat, 18 Januari 2019.

Selain Toni, Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman yang sama kepada Nur Sadam Pagalla (26) yang berperan sebagai kurir atau supir mobil Box Daihatsu Grand Max PB 8246 M, yang selalu digunakan mengangkut ratusan botol miras untuk diselundupkan.

Dalam putusan, Hakim Faisal M. Kossah menilai kedua terdakwa terbukti secara melanggar hukum dan Peraturan Daerah (Perda) Pasal 8 angka 1 huruf a tentang miras.

Dikatakan Faisal, ada hal yang memberatkan terdakwa hingga divonis kurungan 5 bulan dan denda Rp 40 juta yakni, jumlah miras yang diselundupkan bernilai ratusan juta rupiah, dan dampak negatif yang timbul akibat miras serta Manokwari memiliki kearifan lokal sebagai kota injil. Meski kasus ini tergolong tindak pidana ringan (Tipiring).

“Kamu sudah banyak kasih celaka orang dijalan, kasus-kasus pemerkosaan banyak terjadi akibat miras. Itu ulah kalian semua dan sudah terlalu banyak korban karena miras,” kata Hakim Faisal kepada terdakwa dalam sidang tersebut.

Usai persidangan, Toni dan. Sadam digiring ke untuk menyaksikan penyerahan barang bukti dari penyidik Ditresnarkoba Polda Papua Barat ke pihak Kejaksaan Negeri Manokwari.

Usai persidangan, Toni dan Sadam digiring ke tempat penyimpanan barang bukti (miras dan satu unit mobil) untuk menyaksikan penyerahan barang bukti dari Penyidik Ditresnarkoba Polda Papua Barat ke pihak Kejaksaan Negeri Manokwari.

Kepala Kejari Manokwari, T. Banjar Nahor mengatakan, barang bukti berupa miras akan dimusnahkan dan mobil akan dirampas oleh negara.

Sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (Kuhap) kedua terdakwa masih memiliki waktu 7 hari untuk mengajukan banding terkait putusan tersebut.

Sidang yang berlangsung juga dihadiri Dirresnarkoba Polda Papua Barat, Kombes Pol Bambang Ponco Sutiarso dan sejumlah penyidiknya. [krs]


Bagikan ini:
  • 86
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    86
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.