Kakek 83 Tahun ditemukan tewas tak bernyawa. /Foto: Istimewa
Hukum & Kriminal

Kakek 83 Tahun Ditemukan Tewas, Istrinya Diduga Alami Kekerasan Seksual

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co – Seorang pria lanjut usia bernama Ambo Asse (83), yang diketahui sehari-hari bekerja sebagai petani salak ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya di Jalan Danau Tempe Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Jumat sore (19/04/2019).

Penemuan jenazah kakek 83 tahun tersebut sempat menggegerkan warga Jalan Tempe, RT 07/RW 04 Kampung Salak Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga dianiaya oleh orang tak dikenal, sedangkan istri korban nenek Maji (73) juga diduga mengalami kekerasan seksual.

Kasat Reskrim, AKP Edward Martua Pandjaitan, S.IK saat memberikan keterangan usai dilakukan olah TKP. /Foto: Istimewa

Ambo Asse yang akrab disapa Madda ini, sehari-harinya dikenal sebagai petani salak. Saat ditemukan warga sekitar, tubuhnya dipenuhi sejumlah luka tusuk. Sementara sang istri, Maji yang diduga mengalami kekerasan seksual terpaksa harus dirawat di RSUD Sele Be Solu.

Mendapat laporan dari warga setempat, anggota Polres Sorong Kota langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Tim identifikasi Polresta Sorong Kota yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Edward Martua Pandjaitan, S.IK mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini, dan memburu pelaku pembunuhan dan kekerasan seksual tersebut.

“Sudah kami lakukan olah TKP. Adapun identitas korban sendiri bernama Madda berusia 83 tahun. Untuk istrinya saat ini tengah dilaksanakan visum di rumah sakit. Yang bersangkutan atas nama ibu Maji yang berumur 73 Tahun. Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan, ada beberapa bekas kekerasan pada tubuh baik suami maupun istri. Kami masih mencari tahu modus kejadiannya seperti apa,”ujarnya.

Dibantu warga, korban bersama istrinya dibawa ke RS guna dilakukan Visum. /Foto: Istimewa

Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban dibawa ke RSUD Sele Be Solu Kota Sorong untuk di visum, sementara rumah korban langsung diberi garis polisi.

Warga Kota Sorong yang mendengar kejadian tersebut langsung mendatangi TKP, berkerumun di sekitar rumah korban, menyaksikan olah TKP yang sedang dilakukan polisi. [jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.