Empat pekerja jalan trans Papua yang dibantai di Kampung Mayerga Distrik Moskona Utara dievakuasi ke RSUD Teluk Bintuni.
Hukum & Kriminal

Empat Korban Pembantaian KSTB Dievakuasi ke RSUD Teluk Bintuni

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Empat pekerja jalan trans Papua yang menjadi korban pembantaian Kelompok Separatis Teroris Bersenjata (KSTB) di Kampung Mayerga Distrik Moskona Utara telah di evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni.

Selain empat korban yang meninggal dunia, satu korban luka tembak dan korban lainnya pun berhasil di evakuasi.

Kapolres Teluk Bibtuni AKBP Junov Siregar membenarkan bahwa pihaknya telah berhasil mengevakuasi seluruh korban ke RSUD Kabupaten Teluk Bintuni.

Kapolres Bintuni menambahkan, dua korban yang di evakuasi dapam kondisi hangus terbakar. Sementara dua korban lainnya yang meninggal ditemukan penuh luka sayat.

” Saat ini kondisi di kabupaten Teluk Bintuni aman terkendali,” ujar AKBP Junov Siregar.

Lebih lanjut Junov mengatakan bahwa saat ini juga pihaknya telah melakukan pendalaman terhadap terduga pelaku penyerangan dan pembantaian pekeeja jalan trans Papua.

” Tak hanya itu, kami juga sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” ujarnya Jumat malam.

Mantan Kasat Reskrim Polres Sorong Kota ini menyebut bahwa satu korban lainnya yang diketahui perempuan belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian.

Diakuinya, waktu tempuh dari ibu kota Teluk Bintuni ke distrik Mayerga 4 sampai 5 jam. Saat ini pun kondisi keamanan di ibu kota distrik Mayerga aman terkendali. Di distrik tersebut terdapat pos Koramil yang di jaga personel Yonif RK 136/TS.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Letkol Inf Batara Alex Batara menyayangkan dan mengutuk keras tindakan penyerangan yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris Bersenjata (KSTB) terhadap masyarakat yang sedang mengerjakan proyek jalan Trans Papua, Kamis, 29 September 2022.

Akibat dari penyerangan yang terjadi di Kampung Mayerga, Diatrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat 4 warga sipil meninggal dunia.

” Ini membuktikan bahwa KSTB bertindak semakin brutal kepada masyarakat. Padahal 4 waega sipil ini tidak bersenjata sama sekali. Mereka yang menjadi korban adalah pekerja jalan Trans Papua,” ujar Kapendam.

Kapendam menegaskan, jalan yang dibuat ini demi kepentingan masyarakat sehingga dapat memudahkan akses transportasi barang dan jasa, yang nantinya dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

” Kalau KSTB terus melakukan teror dan ancaman kepada masyarakat, berarti KSTB lah sebenarnya yang melakukan pelanggaran HAM berat kepada masyarakat,” tuturnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.