Hukum & Kriminal Metro

Dituduh Hilangkan Suara, Ketua PPS 02 Saoka Desak Paul Finsen Mayor Minta Maaf

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Ketua Panitia Pemungutan Suara 02 Kelurahan Saoka, Distrik Maladumes Vera Tauran angkat bicara soal tuduhan menghilangkan suara Calon Anggpta DPD RI Paul Finsen Mayor.

Vera Tauran mengatakan, apa yang disampaikan Tim Kuasa Hukum, Calon Anggota DPD RI, Paul Finsen Mayor di sejumlah media massa di Sorong bahwa saya menghilangkan 40 suara itu tidak benar atau hoax.

” Saya sendiri yang menulis angka itu di Form C-1 Plano dan angka itu adalah 45. Bahkan saya sendiri pun menyoblos Pak Paul meskipun saya tidak kenal,” ujarnya Sabtu, 24 Februari 2024.

Vera sangat menyayangkan sikap pak Paul yang telah mempermalukan dirinya di media. Sampai-sampai keluarga besar marah kepada saya.

Ia pun membantah bahwa semua informasi yang beredar tidak benar. Suara pak Paul tetap 45, tidak berubah.

” Tidak tau siapa yang menyebarkan informasi bahwa kami menghilangkan 40 suara dan yang tersisah hanya 5 suara,” tegasnya.

Vera menyebut bahwa dalam C Salinan itu saya menggunakan tinta warna biru. Hanya saja di C Salinan fotokopi tercoret menggunakan tinta biru. Berarti ada yang sengaja mencoret itu.

” Yang menggunakan tulisan tinta hitam itu jelas tertulis 45 suara untuk nomor urut 10 atas nama Paul Finsen Mayor,” tandasnya.

Diakui Vera bahwa dirinya tidak memeriksa ulang. Entah itu ada yang sengaja ataupun tidak. Tapi coretan itu menggunakan tinta warna biru, bukan hitam.

” Terlalu fokus diperhitungan celeg DPR Provinsi sehingga saya tidak memeriksa kembali kalau itu ada coretan” tambah Vera.

Vera beserta keluarga besarnya meminta Paul Fincen Mayor dan kuasa hukumnya Yosep Titirlolobi segera meminta maaf atas pernyataan di media sosial bahwa kami telah menghilangkan berjumlah 40 suara.

” Saya beserta keluarga besar meminta kepada Paul Finsen dan kuasa hukumnya datang menemui kami untuk klarifikasi dan meminta maaf atas pernyataan di media.

Bahkan Vera mengancam jika tidak meminta maaf dia beserta keluarga besarnya akan menempuh jalur hukum. Melaporkan Paul dan kuasa hukumnya atas pencemaran nama baik.

Vera juga menegaskan bahwa di TPS 02 Saoka tidak ada saksi DPD-RI untuk nomor urut 10, yang ada hanya saksi parpol sehinggah yang datang mengambil salinan pun tidak berkoordinasi dengan baik dengan KPPS jika terjadi kesalahan.

Sementara itu, Ketua PPD Distrik Maladumes, Verianus mengatakan bahwa hal ini menjadi masalah hingga dari PPd harus memastikan hitung ulang surat suara calon DPD RI, Pàul Finsen Mayor.

” Kami memeriksa, perolehan suara dari caon DPD RI nomor urut 10 Paul Finsen Mayor masih tetap sama 45 suara,” ujarnya.

Verianus menilai bahwa informasi yang disampaikan oleh pihak Paul Finsen Mayor itu tidaklah benar.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.