Ribuan kayu milik PT Bangun Cipta Mandiri sebanyak 3 konteiner yang berada di pelabuhan Sorong diperiksa CDK Wilayah 9 Sorong.
Hukum & Kriminal

Benarkah Ribuan Kayu Milik PT Bangun Cipta Mandiri “Legal”

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Kayu jenis merbau sebanyak 4.700 kubik milik PT Bangun Cipta Abadi yang diamankan Polairud Polda Papua Barat beberapa waktu lalu di Pelabuhan Sorong diserahkan ke Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat.

Selanjutnya, kayu jenis merbau yang akan di kirim ke Surabaya ini akan di cek apakah volumenya dan jumlahnya sesuai dengan yang tertera di dalam dokumen.

Terkait kayu milik PT Bangun Cipta Abadi, Polairud Polda Papua Barat telah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat. Kemudian Kepala Dinas Kehutanan menyurat ke Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 9 Sorong untuk melakukan pengecekan dokumen,” kata Kepala Seksi Perencanaan dan Peredaran Hasil Hutan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sorong, Sarteis Yulian Sagrim, Jumat, 04 Februari 2022.

Sarteis menambahkan, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 9 Sorong telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan terkait dokumen kayu maupun fisik kayu.

” Kami hanya memastikan apakah dokumen yang ada serta fisik kayu sama dengan yang tertera di dalam Siatem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH), itu saja,” katanya kepada awak media, Jumat sore.

Sarteis memastikan bahwa mengenai bahan baku maupun asal-usul kayu dari PT Bangun Cipta Mandiri telah tertera di dalam SIPUHH.

” Yang bisa melihat di sistem hanya kementrian kehutanan dan dinas kehutanan provinsi Papua Barat karena mereka yang tahu passwordnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Sarteis mengatakan, tim akan terus bersama-sama dengan pemilik dan kru PT Bangun Cipta Mandiri untuk memastikan volume dan jumlah kayu tersebut.

Sarteis mengaku bahwa kayu jenis merbau yang akan di kirim ke Surabaya ini jumlahnya 44 kubik lebih atau sekitar 2.700 batang.

” Kita hanya membuat laporan saja, nanti kepala sinas kehutanan provinsi Papua Barat yang mengeluarkan keputusan,” ujar Sarteis

Sebelumnya, pemilik kayu, Felix Wiliyanto mengaku bahwa kayu miliknya itu sempat diamankan polairud kehutanan. Tujuannya, untuk mecocokan jumlah kayu dengan dokumen yang ada.

Felix pun membenarkan, kalau kayu sebanyak 3 konteiner ini akan di kirim ke Surabaya.

Dia menegaskan bahwa kayu miliknya tidak di tahan melainkan hanya di lakukan pencocokan jumlah kayu dengan dokumen yang ada.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.