Ekonomi & Bisnis

Mahasiswa Pertanian Unamin Sorong Bantu Petani Melalui Budidaya Menanam Terung

Bagikan ini:

SORING,sorongraya.co- Terong merupakan jenis tanaman hortikultura yang buahnya dimanfaatkan untuk sayur dan lalapan segar. Prospek tanaman terung cukup menjanjikan dan banyak petani yang mengusahakan jenis sayuran ini. Namun, rata rata hasilnya masih rendah dikarenakan teknik budidaya dan pengaruh faktor iklim yang kurang optimal.

Oleh karena itu, untuk memecahkan masalah, baru-baru ini mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unamin Sorong terjun langsung ke lapangan membantu petani melalui teknik budidaya tanaman terung. Dalam praktiknya, haruslah sesuai dengan syarat-syarat budidaya tanaman,” kata Ajang Maruapey.

Ajang menambahkan, kegiatan mahasiswa ini bertujuan memberikan motivasi bagi petani agar lebih intensif memanfaatkan setiap jengkal lahan dengan usaha budidaya tanaman sayuran, buah dan tanaman obat keluarga (toga) untuk membantu memenuhi gizi dan menjaga ketahanan pangan keluarga

” Idealisme dan kekompakan yang ditunjukan mahasiswa prodi agroteknologi fakultas pertanian Unamin Sorong cukup tinggi. Terlihat kekompakan yang ditunjukan mahasiswa bersama petani setempat Suparyono beserta istrinya Jatima,” ujar dosen mata fakultas pertanian Unamin Sorong ini.

Ajang mengaku, kolaborasi bersama ditunjukan mahasiswa bersama petani setempat saat menanam terung di lahan seluas 400 meter persegi. Selain menanam terung, mahasiswa yang berjumlah 15 orang tersebut turut membantu petani menanam rica.

Di sela-sela kegiatan menanam, Suparyono yang akrab di panggil pakde Yono beserta istrinya bukde Jatima mengungkapkan terim kasihnya karena sudah mau membantu meringankan beban kerja saya dengan istri saya.

” Kami berterima kasih banyak karena hari ini pekerjaan yang biasa saya kerjakan bisa makan waktu seharian. Nmaun, dengan bantuan mahasiswa bisa selesai dalam hitungan jam,” ucap pakde Yono.

Di sisi lain, Sulaiman Lisaholit, mahasiswa semester 4 ini mengaku, bersemangat sekali terjun ke lapangan seperti ini.

Menurutnya, dengan begini teori yang kami dapat di kelas bisa kami buktikan langsung.

Dia berharap, kegiatan seperti ini perlu di tingkatkan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Artinya, tidak hanya untuk semester ini saja melainkan pada semester berikut sehingga kegiatan ini perlu di maksimalkan sebagai sarana pembelajaran di lapangan (Learning by doing) atau belajar dari pengalaman (Learning by experience).
Langkah ini diperlukn guna pengembangan riset dan teknologi di akhir studi kami.

Apa yang di lakukan dosen, dengan mengikutsertakan kami terjun langsung bersama petani, kita menjadi tahu tentang budidaya tanaman sayuran.

Dengan begitu, kami bisa mempraktekannya di halmaan rumah guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” kata Kharisma yang didampingi Ichi.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.