Edi Ganevo, Ketua Kadin Pusat.
Ekonomi & Bisnis

Edy Ganevo: Masalah Virus Corona Berdampak Langsung Pada Pariwisata dan Ekspor Impor

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Usai melantik pengurus Kamar Dagang Industri Provinsi Papua Barat di Kryad Hotel, pada Jumat siang 07 Februari 2020, Ketua Kadin Pusat, Edi Ganevo mengatakan, masalah penyebaran virus corona sangat berdampak langsung bagi industri pariwisata dan juga ekspor impor.

Arus barang masuk dari negara asal virus corona tentunya sudah langsung dicegah. Kondisi yang seperti ini tentunya berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. Makanya kita harus mencari solusinya.

Edi menyarankan, kalau selama ini kita mengekspor barang ke negara asal virus corona, harus di balik. Barang-barang yang kita produksi atau dibutuhkan masyarakat, ya harus di ekspor atau di impor ke negara-negara yang tidak berdampak virus corona.

Terlepas daripada itu, sejauh ini biaya pengiriman barang dari dan ke luar Papua Barat sangat memberatkan pengusaha. Diakui Edi bahwa selama ini barang yang masuk maupun keluar dari Surabaya. Karenanya dibutuhkan strategi yang baik. Ketika kita mengirim barang keluar dengan menggunakan kapal, paling tidak, jika kapal tersebut balik harus diisi dengan barang-barang yang memiliki nilai ekonomis.

Pengusaha perlu melakukan kontrak kargo, maksudnya untuk mengantisipasi ketimpangan antara biaya pengiriman dengan biaya masuk. Dirinya berharap teman-teman pengurus Kadin Papua Barat yang telah dilantik harus mencari solusi. Tak hanya itu, perlu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

Sementara itu, Ketua DPD Kadin Papua Barat, Marlina menegaskan, kedepan pihaknya mendorong perkembangan sektor perikanan dan pertanian yang ada di Papua Barat. Salah satu contoh yang akan diseriusi adalah perkebunan kopi yang ada di Kabupaten Arfak.

Potensi umbi-umbian yang ada di Pegunungan Arfak juga perlu dikembangkan. Kedepan pihaknya akan melakukan pelatihan dan pembinaan hingga menyiapkan market daripada tanaman kentang, kol, wortel serta tanaman umbi-umbian lainnya.

Diakui Marlina, daerah memiliki potensi yang luar biasa, tinggal dikembangkan saja. Kalau dulu, setelah panen, selanjutnya petani menjual hasilnya. Nah, sekarang tidak lagi. Sepeeti kerja sama antara petani dengan pabrik semen di Pegunungan Arfak. Setelah panen, hasil peetanian tadi langsung diborong oleh perusahaan. Ini sangat membantu masyarakat guna meningkatkan perekonomian.

“Kenapa tidak kita lebih memberdayakan potensi lokal yang ada ketimbang mengharapkan barang dari luar. Kalau kita bisa memenuhi barang yang akan dikirim, otomatis apa yang disinggung tadi bahwa pengusaha mengeluhkan biaya kargo yang cukup mahal bisa teratasi. Mahal ketika barang yang masuk tidak diimbangi dengan yang dikirim. Ya kita harus bisa menciptakan peluang itu,” kata Marlina.

Marlina menambahkan, terkait dengan peningkatan UMKM, industri kecil yang dijalankan mama-mama Papua, seperti pembuatan noken. Sampai saat ini kami secara perlahan-lahan mendorong peningkatan kualitas produk. Kalau yang tadinya hanya mampu memasarkan 2-3 noken ke pasaran, tidak mampu mendongkrak pendapatan keluarga. Beda halnya jika kualitas yang di kejar. Semakin banyak produk noken dengan kualitas bagus, secara tidak langsung berdampak pada meningkatnya pendapatan keluarga. [jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.