MetroTanah Papua

Terlantar di Rumah Tak Layak Huni, Abdullah Gazam dan K2SBT PBD Selamatkan Dua Lansia ke RS

×

Terlantar di Rumah Tak Layak Huni, Abdullah Gazam dan K2SBT PBD Selamatkan Dua Lansia ke RS

Sebarkan artikel ini
Abdullah Gazam dan Tim mengevakuasi Basri Rumakeving ke RS Sele be Solu Kota Sorong, untuk diberikan perawatan. [foto: redaksi-sr]

SORONG, sorongraya.co – Potret pilu warga terlantar di Papua Barat Daya kembali terbongkar. Pasangan suami istri lanjut usia ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, tinggal di rumah tidak layak huni, dengan kondisi lumpuh, badan kurus kering dan tidak bisa beraktivitas.

Beruntung, nasib Basri Rumahkeving bersama istri yang kerap disapa Ibu Jawa ini berubah setelah Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Barat Daya, Abdullah Gazam, beserta Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur (K2SBT) Papua Barat Daya, Hanafi Tianlean bergerak cepat memberikan pertolongan kemanusiaan.

Bersama timnya, Abdullah Gazam dan Hanafi langsung menjemput dua lansia itu dari rumahnya dan membawanya untuk mendapatkan pengobatan intensif di Rumah Sakit Sele Be Solu, Kota Sorong, pada Kamis, 06 November 2026.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Beliau terlantar, tinggal di rumah yang tidak layak huni, badannya kurus kering dan sudah tidak bisa beraktivitas sama sekali. Kita tidak bisa tutup mata melihat kondisi seperti ini,” ujar Abdullah Gazam kepada sorongraya.co di RS Sele Be Solu.

Abdullah Gazam saat meninjau langsung Lansia di rumah tak layak huni. [foto: redaksi-sr]
Setibanya di rumah sakit, Abdullah Gazam memastikan Basri segera ditangani tim medis. Ia juga mengurus seluruh kebutuhan administrasi agar proses pengobatan tidak terhambat.

Menurut Abdullah Gazam, kasus Basri dan istrinya bukan satu-satunya. Masih banyak lansia di Papua Barat Daya yang hidup terlantar tanpa perhatian, padahal mereka adalah orang tua yang telah berjasa bagi keluarga dan daerah.

“Ini bukan soal politik. Ini soal hati nurani. Kalau ada orang tua kita yang sakit, kurus kering, terlantar di rumah reyot, kita wajib hadir. Jangan tunggu viral baru bergerak,” tegasnya dengan nada haru.

Saat ini, Basri sudah dalam perawatan dokter di RS Sele Be Solu. Kondisinya masih dalam pemantauan intensif, namun sudah mulai mendapat asupan gizi dan pengobatan yang layak.

Abdullah Gazam berharap pemerintah daerah lebih serius memperhatikan warga lansia terlantar dan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

“Jangan sampai ada lagi Basri-Basri lain yang terlantar. Negara harus hadir. Kalau kita bisa bantu hari ini, mari kita bantu. Papua Barat Daya harus dibangun dengan kepedulian,” tutupnya.

Sementata itu, Wakil Ketua K2SBT PBD, Hanafi Tianlean mengaku terharu melihat langsung kondisi dua lansia tersebut.

Kata Hanafi, aksi ini merupakan kewajiban sebagai warga SBT untuk melihat langsung kondisi lansia yang sudah tidak lagi beraktivitas.

Ia berharap pemerintah kota sorong dapat mengambil langkah cepat untuk memberikan pertolongan kepada dua lansia tersebut.

“Kalau bisa hal-hal seperti ini cepat diatasi oleh pemerintah kota sorong, sehingga mereka mendapat perhatian dan pertolongan dari pemerintah,” ujar Hanafi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.