SORONG, sorongraya.co – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Papua beserta satuan kerja vertikal dibawahnya menunjukkan kinerja positif dalam menghimpun penerimaan negara sepanjang tahun 2026.
Hingga akhir Triwulan III atau 30 September 2026, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai berhasil mencapai Rp203,70 miliar atau 86,82 persen dari target tahunan sebesar Rp234,63 miliar.
Capaian tersebut sekaligus melampaui target trajectory penerimaan hingga September 2026 yang ditetapkan sebesar Rp175 miliar. Dengan realisasi mencapai 116,38 persen dari trajectory, Kanwil DJBC Khusus Papua berhasil mencatatkan surplus penerimaan sekitar Rp28,6 miliar.
Kinerja positif ini mencerminkan upaya berkelanjutan Bea Cukai Papua dalam mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatan pelayanan, pengawasan, serta peningkatan kepatuhan di bidang kepabeanan dan cukai.
Berdasarkan komposisi penerimaan, sektor bea masuk menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi mencapai Rp199,29 miliar, disusul penerimaan cukai sebesar Rp4,41 miliar.
Kepala Kanwil DJBC Khusus Papua, Encep Dudi Ginanjar, menyampaikan bahwa capaian penerimaan hingga Triwulan III 2026 menjadi momentum penting untuk terus memperkuat kinerja organisasi, khususnya dalam menjalankan fungsi Bea Cukai sebagai penghimpun penerimaan negara sekaligus fasilitator perdagangan dan industri.
“Pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya optimalisasi penerimaan, penguatan pengawasan, peningkatan kualitas pelayanan, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah kerja Kanwil DJBC Khusus Papua” tutur Encep.
Keberhasilan melampaui trajectory penerimaan hingga September 2026 juga menjadi modal positif dalam menghadapi sisa tahun anggaran. Meski demikian, upaya optimalisasi penerimaan tetap perlu dilakukan secara konsisten guna memastikan target tahunan dapat tercapai.
Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Penerimaan Negara
Dalam menjaga momentum pertumbuhan penerimaan, Kanwil DJBC Khusus Papua terus mengedepankan langkah-langkah strategis melalui peningkatan efektivitas pengawasan, penggalian potensi penerimaan, serta penguatan kepatuhan para pengguna jasa kepabeanan dan cukai.
Selain berorientasi pada pencapaian target penerimaan, Bea Cukai Papua juga terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Sinergi dengan instansi pemerintah, aparat penegak hukum, serta para pelaku usaha menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung optimalisasi penerimaan negara dan kelancaran aktivitas perdagangan di wilayah Papua.
Optimistis Hadapi Triwulan IV 2026
Dengan capaian 86,82 persen hingga September 2026, Kanwil DJBC Khusus Papua memiliki landasan yang positif untuk melanjutkan optimalisasi penerimaan pada tiga bulan terakhir tahun anggaran.
Ke depan, Kanwil DJBC Khusus Papua akan terus memperkuat komitmen dalam menjalankan fungsi sebagai Revenue Collector, Trade Facilitator, Industrial Assistance, dan Community Protector secara optimal dan berimbang.
Melalui penguatan pelayanan, pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor, Bea Cukai Papua diharapkan mampu mempertahankan kinerja positif sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara, pertumbuhan ekonomi daerah, serta pembangunan nasional, khususnya di Tanah Papua.















