SORONG, sorongraya.co – Peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Sorong tak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Formature Ketua Umum HMI Cabang Malamoi, Amir Mahmud Rumakat, melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Kabupaten Sorong.
Ia menegaskan, esensi Sumpah Pemuda hari ini harus diuji lewat komitmen nyata pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda.
Menurut Amir, ada empat sektor krusial yang menjadi penentu masa depan pemuda Sorong: akses pendidikan, lapangan kerja, dukungan kewirausahaan, dan pelibatan dalam pengambilan kebijakan publik.
Tanpa transparansi data, semua janji pembangunan pemuda hanya akan menjadi retorika.
“Tanpa adanya transparansi data ketenagakerjaan dan indikator kesejahteraan pemuda yang terukur, seluruh janji manis mengenai pembangunan kepemudaan berisiko hanya berhenti sebagai retorika politik semata,” tegas Amir, Rabu, 28 Oktober 2026.
Amir menyoroti ironi yang dialami pemuda hari ini. Di atas panggung, pemuda selalu dielu-elukan sebagai agen perubahan. Namun di lapangan, mereka hanya dijadikan pelengkap seremoni.
“Ironisnya, pemuda kerap dielu-elukan sebagai agent of change, tetapi di lapangan seringkali hanya dijadikan pelengkap seremoni pembangunan,” ujarnya kritis.
Ia pun memberikan refleksi historis. Jika dulu pemuda berjuang melawan kolonialisme, maka tantangan hari ini adalah melawan ketimpangan.
“Jika dulu pemuda berjuang mengusir kolonialisme, hari ini pemuda harus berani mengoreksi ketimpangan sosial dan mengkritisi kebijakan daerah yang tidak berpihak pada masa depan generasi muda,” kata Amir.
HMI Cabang Malamoi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu kepemudaan di Kabupaten Sorong. Tujuannya satu: memastikan pemuda Sorong menjadi aktor utama, bukan penonton di tanahnya sendiri.















