SORONG,sorongraya.co– Sebanyak 557 lulusan wisudawan dari tujuh fakultas dan 17 program studi tercatat memenuhi persyaratan untuk mengikuti wisuda Sarjana (S1) ke-XXIV dan Magister (S2) ke-IV, Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) kembali mencatat momentum penting dalam perjalanan pendidikan tinggi di Papua Barat Daya. yang digelar di Hotel Vega, Rabu (21/10/2026).
Wisuda tahun ini menjadi istimewa, karena jumlah lulusan disebut sebagai yang terbanyak dibandingkan pelaksanaan wisuda pada tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, hadirnya lulusan pertama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) serta capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00,menjadi catatan tersendiri bagi perkembangan akademik UNAMIN Sorong.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat dan sukses, kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana maupun magister.
Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau mengapresiasi perjuangan para lulusan yang telah melewati proses pendidikan hingga berhasil meraih gelar akademik sesuai bidang ilmu masing-masing.
Namun, ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini telah menyelesaikan seluruh proses pendidikannya dan secara resmi menyandang gelar sarjana maupun magister sesuai bidang ilmu masing-masing,” ujarnya.
Menurut Ahmad Nausrau, gelar akademik merupakan bekal penting bagi lulusan untuk menapaki masa depan. Akan tetapi, keberhasilan tidak cukup hanya bermodalkan ijazah. Dibutuhkan ketekunan, kedisiplinan, pengorbanan, serta kerja keras untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ia juga berpesan, agar para lulusan terus mengembangkan kemampuan diri dan tidak berhenti belajar setelah menyandang gelar sarjana atau magister.
“Ijazah merupakan bukti bahwa seseorang telah menempuh pendidikan, tetapi bukan berarti proses berpikir dan belajar telah selesai,” pesannya.
“Capaian akademik yang hari ini saudara-saudari raih adalah tahapan awal. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi bahwa proses pembelajaran tidak boleh berhenti hanya karena kita sudah mendapatkan gelar sarjana atau magister,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. H. Muhammad Ali, mengatakan pelaksanaan wisuda tahun ini menghadirkan sejumlah perkembangan yang membanggakan, baik dari sisi jumlah lulusan maupun prestasi akademik mahasiswa.
Salah satu pencapaian yang menjadi perhatian adalah kehadiran lulusan pertama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan program pendidikan di lingkungan UNAMIN Sorong.
Ia juga mengungkapkan, jumlah calon wisudawan tahun ini merupakan yang terbanyak sepanjang pelaksanaan wisuda pada tahun-tahun sebelumnya.
“Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 557 wisudawan dari tujuh fakultas dan 17 program studi, semuanya tercatat memenuhi persyaratan,” jelas Muhammad Ali.
Meski demikian, jumlah peserta yang benar-benar mengikuti prosesi wisuda masih perlu dipastikan berdasarkan data final panitia.
Selain jumlah lulusan, peningkatan prestasi akademik mahasiswa juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi pimpinan universitas. Sejumlah mahasiswa mampu menunjukkan capaian akademik yang menonjol, termasuk meraih IPK sempurna 4,00.
“Meraih IPK 4,00 bukanlah hal yang mudah. Itu merupakan pencapaian yang istimewa. Tahun ini ada lulusan yang berhasil meraih nilai tersebut,” ungkapnya.
Muhammad Ali menilai, prestasi tersebut mencerminkan pentingnya ketekunan dan kesungguhan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan. Lulusan berprestasi juga menjadi sumber daya penting bagi pengembangan pendidikan tinggi pada masa mendatang.
Karena itu, UNAMIN Sorong berupaya memberikan perhatian kepada para lulusan yang memiliki kemampuan akademik unggul agar potensi mereka dapat terus dikembangkan.
Wisuda bukan sekadar seremoni penyerahan ijazah dan pengukuhan gelar akademik. Bagi para lulusan, momentum ini menjadi titik awal untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pengabdian, maupun mengembangkan kapasitas diri di tengah masyarakat.
Pesan Wakil Gubernur Papua Barat Daya dan capaian yang disampaikan Rektor UNAMIN Sorong menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar yang diperoleh atau tingginya nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan lulusan menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan bertambahnya lulusan sarjana dan magister, UNAMIN Sorong diharapkan terus berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi Papua Barat Daya.
Bagi para wisudawan dan wisudawati, gelar yang kini disandang membawa harapan sekaligus tanggung jawab, terus belajar, menjaga integritas, mengembangkan kemampuan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga, daerah, serta bangsa.(***)















