SORONG, sorongraya.co-Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, tercatat mencapai 23.482 jiwa kasus sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan kasus, terutama pada Agustus dan September.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong,Jemima Elisabeth mengatakan peningkatan kasus ISPA perlu menjadi perhatian masyarakat menyusul kondisi kemarau berkepanjangan yang dipengaruhi fenomena El Nino serta terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut menyebabkan kabut asap menyelimuti Kota Sorong dalam beberapa hari terakhir dan berdampak terhadap kualitas udara.
“Dinas Kesehatan Kota Sorong dalam menyikapi dan mencegah melonjaknya masalah kesehatan akibat situasi dan kondisi ini mengimbau seluruh masyarakat Kota Sorong untuk melakukan langkah-langkah pencegahan,”ujarnya kepada awak media. Selasa (6/10/2026).
Masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih, minimal delapan gelas per hari, mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi waktu istirahat.
Selain itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan penting.
Imbauan tersebut secara khusus ditujukan kepada kelompok rentan, seperti bayi, balita, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki riwayat ISPA, penyakit paru-paru maupun asma.
“Kalau batuk atau disertai sesak napas, harus menggunakan masker dan segera berobat atau melakukan konsultasi serta pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat, baik Puskesmas maupun rumah sakit,”katanya.
Untuk mengurangi debu yang beterbangan akibat kondisi lingkungan yang kering, masyarakat juga diminta menyiram halaman rumah, lingkungan sekitar maupun jalan dengan air.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan karena dapat memperparah pencemaran udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir, mengatakan ISPA selama ini menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di Kota Sorong.
“Berdasarkan data 10 besar penyakit yang kami rekap dari Puskesmas dan rumah sakit di Kota Sorong, hampir setiap tahunnya ISPA menempati urutan pertama sebagai kasus terbanyak,”ujar Jenny.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan data tahun 2025, kasus ISPA pada 2026 menunjukkan sedikit peningkatan. Kenaikan paling terlihat pada Agustus dan September.
Pada Januari hingga Juli 2026, rata-rata kasus ISPA per bulan masih berada di bawah 2.000 kasus. Namun, pada Agustus jumlah kasus meningkat menjadi 3.297 kasus, sedangkan pada September mencapai 3.330 kasus.
“Jadi total kasus ISPA dari Januari sampai dengan September 2026 ini totalnya 23.482 kasus,”katanya.
Jenny menjelaskan, peningkatan kasus tersebut tidak terlepas dari kondisi lingkungan, termasuk kemarau panjang dan kebakaran hutan serta lahan yang menyebabkan munculnya gumpalan asap dan pencemaran udara.
“ISPA salah satu faktor penyebabnya adalah lingkungan, sehingga berdampak kepada saluran pernapasan,” jelasnya.
Selain ISPA, Dinas Kesehatan Kota Sorong juga mencatat adanya kasus pneumonia yang turut menyerang saluran pernapasan. Namun, berdasarkan perbandingan data 2025 dan 2026, jumlah kasus pneumonia disebut tidak menunjukkan perbedaan yang terlalu signifikan.
“Kalau melihat dari angka kasus dibandingkan 2025 dan 2026, angkanya tidak terlalu berbeda jauh. Tetapi yang paling terlihat adalah ISPA,”tutup Jenny.

















