SORONG,sorongraya.co-Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, gelar cofee Morning bersama para tokoh dan seluruh insan pers di Papua Barat Daya memperkuat kolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mendukung kemajuan daerah.
Hal itu disampaikan Hengki Haryadi dalamo acara Coffee Morning Kapolda Papua Barat Daya bersama tokoh masyarakat dan insan pers sekaligus yang pertama kali, sejak yang ersangkutan menjabat Kapolda Papua Barat Daya. Digelar di Hotel Rylich Panorama, Selasa (22/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum. Menurutnya, penegakan hukum merupakan bagian dari tugas kepolisian yang harus berjalan seiring dengan upaya memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Hengki menuturkan, pengalamannya selama bertugas di sejumlah wilayah memberikan pemahaman bahwa menciptakan keamanan tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Peran serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika mengikuti studi mengenai sistem kepolisian di Jepang. Dari pengalaman tersebut, ia melihat bahwa keamanan tidak hanya bergantung pada keberadaan polisi, tetapi juga ditopang oleh budaya masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap norma hukum dan sosial.
“Polisi di mana pun tidak bisa bekerja sendiri. Harus bekerja sama dengan masyarakat untuk membuat lingkungan itu aman,” ujar Hengki dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, konsep community policing menjadi salah satu pendekatan penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Polisi harus hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat, sekaligus membangun kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan keamanan bersama.
Dalam konteks Papua Barat Daya, Kapolda menilai kolaborasi tersebut juga perlu melibatkan insan pers. Media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas.
Hengki berharap media dapat menyajikan informasi secara akurat, berimbang dan terverifikasi, terutama ketika memberitakan isu-isu sensitif yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi antara kepolisian dan media. Informasi yang berkaitan dengan persoalan hukum, keamanan maupun pelayanan kepolisian diharapkan dapat dikonfirmasi secara langsung agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar berdasarkan fakta.
Kapolda menegaskan, kemitraan antara Polri dan media bukan dimaksudkan untuk membatasi kebebasan pers. Sebaliknya, hubungan tersebut perlu dibangun melalui komunikasi yang sehat, dengan tetap menghormati independensi media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Kepolisian berkewajiban memberikan akses informasi sesuai ketentuan dan keterbukaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Kapolda berharap sinergi antara kepolisian, media, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat di Papua Barat Daya terus diperkuat.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan tercipta ruang informasi yang sehat, kepercayaan publik yang semakin baik, serta situasi Papua Barat Daya yang aman dan kondusif.(***)

















