SORONG, sorongraya.co – Penasehat Persatuan Istri Bank Papua (PERISBA), Jemima Elisabeth Lobat, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 PERISBA Bank Papua Kota Sorong yang berlangsung di halaman Bank Papua, Senin (14/9/2026).
Perayaan HUT ke-22 PERISBA tahun ini mengusung tema “22 Tahun PERISBA Profesional, Tangguh dalam Berkarya”. Selain menjadi momentum peringatan hari jadi organisasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial berupa donor darah.
Jemima Elisabeth Lobat menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian PERISBA yang tidak hanya merayakan pertambahan usia organisasi, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-22 kepada PERISBA Bank Papua. Semoga PERISBA semakin profesional, semakin tangguh dalam berkarya, semakin solid, dan selalu membangun kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Jemima, tema yang diusung PERISBA memiliki makna yang mendalam. Profesionalisme, kata dia, bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas organisasi, tetapi juga menyangkut ketulusan dan integritas para anggotanya.
Dirinya menilai pelaksanaan donor darah dalam rangka HUT ke-22 PERISBA merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kehidupan sesama.
“Hari ini kita hadir bukan hanya untuk memperingati ulang tahun organisasi, tetapi kita juga melihat ada salah satu kegiatan yang cukup bermakna yang dilakukan oleh PERISBA Kota Sorong, yaitu berbagi kehidupan melalui donor darah,”katanya.
Jemima menegaskan, kebaikan tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk uang maupun materi. Menurutnya, kepedulian dapat diberikan melalui hal sederhana yang manfaatnya bisa sangat besar bagi orang lain.
“Donor darah mengajarkan kepada kita semua tentang kebaikan. Kebaikan tidak selalu harus dengan uang, tidak selalu harus dengan material, atau dalam bentuk yang besar. Kebaikan dapat kita berikan melalui donor darah,”tuturnya.
Jemima mengatakan, darah yang disumbangkan mungkin berasal dari tubuh seseorang, tetapi manfaatnya dapat menjadi harapan bagi orang lain yang sedang berjuang mempertahankan hidup.
“Darah yang kita donorkan mungkin berasal dari tubuh kita, tetapi manfaatnya dapat mengalir kepada tubuh orang lain. Mungkin ada seorang ibu yang sedang berjuang melahirkan dan membutuhkan darah, ada seorang anak yang sedang menjalani pengobatan, atau seorang ayah yang mengalami kecelakaan dan membutuhkan darah,”jelasnya.
Menurut Jemima, pendonor tidak selalu mengetahui siapa yang nantinya menerima darah tersebut. Namun, hal itu justru menunjukkan ketulusan dalam membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan.
“Kita memberi tanpa harus mengetahui siapa yang menerima. Kita menolong tanpa harus menunggu balasan, dan kita berbagi karena kita sama-sama manusia,” katanya.
Ia menambahkan, donor darah bukan sekadar aktivitas menyumbangkan darah, tetapi juga memberikan kesempatan dan harapan kepada orang lain untuk melanjutkan kehidupannya.
“Donor darah adalah memberikan harapan. Donor darah juga merupakan bentuk nyata kasih PERISBA kepada sesama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jemima yang baru saja menerima pin PERISBA mengaku bangga dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai penasehat organisasi.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada Ibu Ketua yang luar biasa dan teman-teman semua, perempuan-perempuan yang ada dalam organisasi ini,” ungkapnya.
Jemima juga menekankan besarnya peran perempuan dalam membangun keluarga maupun kehidupan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, dari perempuan dapat lahir kasih sayang, generasi berkualitas, hingga gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
Karena itu, ia berharap PERISBA tidak hanya dipandang sebagai organisasi pendamping keluarga besar Bank Papua, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mampu memberikan warna positif bagi masyarakat Kota Sorong.
“Kita melihat bahwa PERISBA ini bukan sebagai organisasi pendamping saja kepada bapak-bapak dan anak-anak yang ada di Bank Papua. PERISBA bukan saja sebagai organisasi pendamping keluarga Bank Papua, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang dapat memberikan warna positif bagi masyarakat di Kota Sorong,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota PERISBA untuk terus menjaga profesionalisme, ketangguhan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama.
“Teruslah menjadi organisasi yang profesional, tangguh dalam berkarya, dan terus peduli bagi sesama manusia. Satu kegiatan dapat menginspirasi banyak orang, satu kepedulian dapat menguatkan seseorang, dan satu tetes darah yang didonorkan dapat menyelamatkan satu kehidupan,”tutupnya.
















