SORONG, sorongraya.co -Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, mengunjungi tiga pasien korban penembakan yang terjadi di Kabupaten Maybrat, Kamis (13/8/2026). Ketiganya saat ini menjalani perawatan di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong.
Pantauan sorongraya.co, kunjungan tersebut didampingi Dandim 1802/Sorong Letkol Inf. Nehemia Urim Perdana, Komandan Korem (Danrem) 181/Praja Vira Tama Sorong Brigjen TNI Slamet Riadi, Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan, Forkopimda, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.

Wakil Gubernur mengatakan pemerintah bergerak cepat menangani tiga pasien korban penembakan di Kabupaten Maybrat yang dirujuk ke RSUD Sele Be Solu.
“Setelah mendapat instruksi dari Gubernur, kami langsung berkoordinasi dengan Pemkab Maybrat dan pihak rumah sakit untuk menyiapkan penanganan medis. Para pasien tiba sekitar pukul 20.00 WIT dan langsung mendapat tindakan medis, termasuk penanganan darurat,” ujarnya kepada awak media di RSUD Sele Be Solu, Jumat malam (14/8/2026).
Ia memastikan seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung pemerintah, termasuk apabila diperlukan rujukan ke rumah sakit lain.
“Kami memastikan biaya pengobatan ditanggung pemerintah. Jika diperlukan rujukan, pemerintah juga akan menanggungnya,” katanya.
Menurutnya, kondisi para korban terus dipantau dan perkembangan penanganannya akan dilaporkan secara berkala.
Terkait penyebab penembakan, Ahmad mengatakan pelaku masih belum diketahui dan diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK). Aparat TNI dan Polri akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
“Terkait penyebab kejadian, pelaku masih belum diketahui (OTK). Aparat TNI dan Polri akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Situasi di Maybrat sempat tidak kondusif setelah kejadian. Kondisi tersebut ditandai dengan pemalangan jalan dan pembakaran ban yang dinilai sebagai bentuk luapan spontan masyarakat.
Pemerintah daerah bersama Forkopimda, tokoh adat, dan tokoh masyarakat terus melakukan koordinasi untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Wakil Gubernur mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban dan warga Maybrat, tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Papua Barat Daya, terlebih menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


















