SORONG,sorongraya.co-Polda Papua Barat Daya bersama Aliansi BEM Se-Sorong Raya (ABSSORA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Peran Mahasiswa Se-Sorong Raya sebagai Agen Perubahan” di Kryad M Hotel Sorong, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPD RI/MPR RI Paul Finsen Mayor, S.I.P., C.M.NNLP., Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., dan Ketua JAFKI Provinsi Papua Barat Daya Mohamad Saleh Keliandan sebagai narasumber.
FGD ini menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan mahasiswa dalam mendorong pembangunan serta menjaga stabilitas Papua Barat Daya.
Mengawali sesi materi, Anggota DPD RI/MPR RI Paul Finsen Mayor menegaskan bahwa pembangunan Papua Barat Daya sebagai Daerah Otonomi Baru harus berpedoman pada RPJPD 2025–2045 dan RPJMD 2025–2029.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, serta tata kelola pemerintahan yang baik memerlukan keterlibatan aktif mahasiswa sebagai agent of change, social control, iron stock, dan moral force dalam mengawal kebijakan, memberikan kajian ilmiah, serta menyampaikan aspirasi secara konstruktif demi terwujudnya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K. menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa serta memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, mahasiswa diharapkan menjadi pelopor dalam menangkal hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan kejahatan siber melalui peningkatan literasi digital, integritas, serta kolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Papua Barat Daya yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
Pada sesi penutup materi, Ketua JAFKI Provinsi Papua Barat Daya Mohamad Saleh Keliandan menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual harus memiliki kesadaran kritis, berpikir ilmiah, dan bersikap rasional dalam memahami berbagai persoalan sosial.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, membangun kepedulian sosial, serta menghadirkan solusi melalui kajian akademik dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Aliansi BEM Se-Sorong Raya (ABSSORA) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polda Papua Barat Daya, khususnya Direktorat Intelkam, atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan sehingga kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan mahasiswa merupakan langkah positif dalam membangun ruang dialog yang konstruktif, memperkuat wawasan kebangsaan, meningkatkan literasi digital, serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Papua Barat Daya.
Sebagai penutup, kegiatan FGD ini menegaskan komitmen bersama antara Polda Papua Barat Daya dan Aliansi BEM Se-Sorong Raya (ABSSORA) untuk terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan, menangkal hoaks, radikalisme, dan berbagai ancaman di ruang digital, serta mendukung percepatan pembangunan daerah. Sinergi yang telah terbangun diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan sehingga mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang aman, damai, maju, dan sejahtera.(***)















