MetroPendidikan & KesehatanTanah Papua

BMP PBD Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa Asli Papua

×

BMP PBD Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa Asli Papua

Sebarkan artikel ini

SORONG, sorongraya.co– Barisan Merah Putih (BMP) Papua Barat Daya bersama Kader Masyarakat Merah Putih (MMP) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat Daya menggelar kegiatan pembekalan wawasan kebangsaan dan nasionalisme bagi siswa-siswi asli Papua di Sekolah Menengah Teologi Kristen Diaspora, Kabupaten Sorong.

Kegiatan tersebut menghadirkan Plt Ketua Barisan Merah Putih Papua Barat Daya, Joas Saflambolo, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Joas menekankan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat persatuan kepada generasi muda Papua sebagai bagian dari upaya memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Joas, nasionalisme bukan hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap bendera Merah Putih atau menyanyikan lagu kebangsaan, tetapi juga melalui sikap saling menghargai perbedaan, menjaga perdamaian, rajin belajar, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.

“Anak-anak Papua harus bangga menjadi orang Papua sekaligus bangga menjadi warga Indonesia. Identitas itu saling melengkapi, bukan untuk dipertentangkan,”ujarnya.

Dalam materi yang disampaikan, Joas menjelaskan bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga. Nilai-nilai luhur budaya Papua juga dinilai sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat persatuan bangsa.

Ia juga mengajak para pelajar untuk memperluas wawasan mengenai keberagaman Indonesia, mengenalkan budaya Papua kepada masyarakat Nusantara, serta membangun komunikasi dan persaudaraan dengan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, Joas menegaskan bahwa persatuan merupakan jalan terbaik untuk mewujudkan Papua yang damai, adil, makmur, dan sejahtera. Karena itu, generasi muda Papua harus mempersiapkan diri melalui pendidikan agar mampu menjadi dokter, guru, aparat keamanan, pemimpin, maupun profesi lainnya yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Dalam sesi pembekalan, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai nasionalisme sebagai ideologi yang menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara, bangga menjadi bagian dari Indonesia, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta berkontribusi melalui tindakan nyata.

Materi lainnya menekankan pembentukan karakter pelajar yang berjiwa nasionalis, seperti menjunjung toleransi antar suku, ras, dan agama, menghargai perbedaan, disiplin, jujur, bertanggung jawab, gemar bergotong royong, menghormati guru dan orang tua, serta tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

Para peserta juga diajak memahami nilai-nilai Pancasila, makna lagu kebangsaan Bagimu Negeri, serta pentingnya pendidikan sebagai investasi terbaik bagi masa depan. Dalam kesempatan itu, Joas menegaskan bahwa anak-anak Papua bukan hanya masa depan Papua Barat Daya, tetapi juga masa depan Indonesia.

Menutup penyampaiannya, Joas mengajak seluruh siswa untuk terus belajar, menjaga persatuan, mencintai budaya sendiri, dan berperan aktif membangun bangsa.

“Indonesia harga mati, Papua cinta damai, NKRI jaya,”serunya yang disambut antusias para siswa.(***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.