SORONG,sorongraya.co- seorang pria meninggal dunia dalam kondisi tergantung di depan pintu kamar kos putri, Rabu pagi. Bertemoat sekitar Jalan Malibela, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Papua Barat Daya (15/7/2026).
Korban diketahui bernama Yolas Saflafo (20), seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unamin) Sorong yang berdomisili di kawasan belakang KPR Resident.
Kapolsek Sorong Timur melalui PS Kanit Reskrim Polsek Sorong Timur Iptu Syafruddin mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 08.30 WIT mengenai adanya seseorang yang diduga gantung diri di rumah kos putri di belakang Poltekkes Sorong.
“Anggota kami langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 09.00 WIT. Saat itu korban sudah ditemukan dalam keadaan tergantung di salah satu pintu rumah kos,” ujar Syafruddin.
Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya diantar oleh seorang teman perempuan ke lokasi kos sekitar pukul 07.00 WIT. Setelah mengantar korban, temannya langsung meninggalkan lokasi. Sekitar satu setengah jam kemudian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti peristiwa tersebut.
“Untuk sementara kami belum mengetahui penyebab kematian korban. Yang jelas korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung menggunakan tali jemuran,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan luar, katanya, penyidik tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher akibat gantung diri. Polisi juga belum melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, karena fokus pada proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.
“Teman perempuan yang terakhir bersama korban juga belum bisa dimintai keterangan, karena masih syok setelah melihat korban dalam kondisi tergantung,” jelasnya.
Jenazah korban saat ini disemayamkan di kamar jenazah RS Sele Be Solu, Kota Sorong, sambil menunggu proses penjemputan oleh keluarga.
Pihak keluarga diketahui telah menolak dilakukan autopsi dan surat penolakan telah diwakili oleh Ketua Suku Binasket.
Sementara itu, Ketua Binasket Kota Sorong Semuel Sesa mengaku, keluarga sangat terpukul atas kepergian Yolas yang dinilai memiliki kepribadian baik dan pendiam.
“Kami dari keluarga benar-benar terkejut. Kami tidak tahu apa penyebabnya sampai terjadi seperti ini. Selama ini anak tidak pernah curhat kalau ada masalah. Kalau soal pacar, memang pernah cerita, tetapi tidak ada yang mencurigakan,” ungkap Semuel.
Menurutnya, Yolas dikenal sebagai sosok yang tenang, sopan dan tidak pernah membuat masalah. Korban masih aktif menjalani perkuliahan di Program Studi Ilmu Pemerintahan Unamin Sorong. Keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
Sesuai permintaan orang tua korban, jenazah akan dipulangkan ke Kabupaten Sorong Selatan untuk dimakamkan. Semuel mengatakan dirinya diminta langsung oleh orang tua korban, untuk membantu seluruh proses pemulangan jenazah ke kampung halaman.(***)













