Hukum & KriminalMetroTanah Papua

Diduga Terlibat “Mafia Tanah”, Oknum Anggota DPR Kabupaten Sorong Dipolisikan

×

Diduga Terlibat “Mafia Tanah”, Oknum Anggota DPR Kabupaten Sorong Dipolisikan

Sebarkan artikel ini
Pengacara Bhonto Andan Wally (kemeja hitam putih) bersama rekannya Beny Charles Salout, Darto Tjoanda saat mendampingi klien Marlester Frangky. [foto: redaksi-sr]

SORONG, sorongraya.co – Kasus dugaan mafia tanah yang diduga melibatkan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Sorong inisial LDM, akhirnya berujung ke Laporan Polisi di Polres Sorong.

LDM dilaporkan pada 18 Juni 2026 lantaran diduga menjual tanah milik Marlester Franky ke salah satu pengusaha di Kabupaten Sorong.

Kuasa hukum Marlester Franky, Bhonto Andan Wally menceritakan bahwa tanah tersebut sebelumnya milik almarhum Gotlif Minora, namun Gotlif telah menjualnya kepada almarhum Dokter Pieter.

Baca: Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kos Putri

Disatu sisi, Dokter Pieter sendiri mempunyai hubungan kerja sehingga terjadi (wanprestasi) dengan Mariana yang merupakan ibu dari Marlester Franky.

“Rentetan awal mulai dari tanah ini dijual dari pihak pertama sampai sertifikat tanah tersebut berada di tangan klien kami (Marlester Franky), diketahui oleh keluarga kedua almarhum dan keluarga klien kami,” tutur Bhonto kepada sorongraya.co. Rabu 15 Juli 2026.

Ia bahkan terkejut ketika mengetahui ada proses balik nama sertifikat yang diduga dilakukan oleh LDM ke Badan Pertanahan Nasional, melalui salah satu notaris di Kabupaten Sorong. Padahal, nama yang tertera dalam sertifikat itu telah meninggal sejak 2009.

Baca juga: TPID Sorong dan PBD Sidak ke Pasar dan Distributor, Pastikan Harga Pangan Aman

“Anehnya, almarhum yang namanya tertera dalam sertifikat sudah meninggal pada 2009 sesuai akta kematian, tetapi pada tahun 2015, almarhum mengajukan surat permohonan ubah nama sertifikat dan turun waris ke BPN. Masa orang yang sudah meninggal membuat surat permohonan ke BPN,” ujar Bhonto.

Berdasarkan informasi yang diterima Bhonto, permohonan ubah nama Sertifikat Tanah di BPN itu, dengan alasan sertifikatnya telah rusak sehingga perlu dibuat sertifikat baru, padahal kondisi fisik sertifikat asli berada di tangan Marlester Franky dan masih utuh.

Bhonto mengaku telah menyurati notaris yang hendak mengurusi balik nama sertifikat, bahkan ia pun menyurati BPN agar menghentikan segala proses yang berkaitan dengan urusan tanah kliennya.

“Kami menyurati notaris dan BPN untuk menghentikan segala proses tersebut, kami juga minta agar BPN melakukan mediasi. Namun tiga kali mediasi LDM bahkan pengusaha yang membeli tanah dari LDM tidak menghadiri pertemuan,” pungkasnya.

Baca juga: Ketua FOPERA: Mari Dukung Pemerintah Pusat dan PBD Wujudkan Program Yang Berpihak ke Masyarakat

Jika persoalan ini tak digubris oleh LDM, Bhonto bersama rekannya akan menyurati Badan Kehormatan DPR Kabupaten Sorong, bahkan Dewan Pimpinan Pusat Partai yang mengusung LDM sebagai anggota DPR.

Oleh karena itu Bhonto meminta agar laporan yang dilayangkan ke Polres Kabupaten Sorong agar segera diproses lebih lanjut oleh penyidik kepolisian. Jika laporan tak diproses, ia akan mencabut laporan itu dan membuat laporan ke Polda Papua Barat Daya.

“Laporan kami ini sudah hampir satu bulan, tetapi kami menilai belum ada progress, ya jika memang tidak diproses artinya ada apa, maka kami akan mencabut laporan dan membuat laporan baru di Polda Papua Barat Daya,” tegas Bhonto.

Sementara, oknum Anggota DPR Kabupaten Sorong, LDM disaat dihubungi Redaksi sorongraya.co mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Tonton: Seorang Pemuda Tewas Gantung Diri

@sorongraya.co Warga Jalan Malibela, Kota Sorong, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda berinisial YS (20) yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos, Rabu (15/7/2026). Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Pihak keluarga telah menolak autopsi dan jenazah akan dipulangkan ke Sorong Selatan untuk dimakamkan. Turut berduka cita atas kepergian almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. #Sorong #PapuaBaratDaya #BeritaSorong #InfoSorong #SorongRaya ♬ Heart touching sad piano – Yuda Pratama

“Siapa yang sebut saya sebagai mafia. Saya nggak kenal Bonto, dan tidak tau masalah menyerobot atau mafia maaf,” tegas LDM kepada sorongraya.co melalui pesan Whatsaap.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.