SORONG,sorongraya.co-Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp27 miliar untuk pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 dan akan digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas laboratorium kesehatan yang representatif di wilayah Papua Barat Daya.

Wali Kota Sorong, Septinus Lobat mengatakan, Pemerintah Kota Sorong saat ini sedang menyiapkan lokasi pembangunan Labkesmas yang berada di eks Rumah Sakit Covid-19, Kampung Baru, Sorong.
Menurut Lobat, pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat tersebut bertujuan mempercepat pemeriksaan sampel makanan dan air minum di daerah itu. Selama ini, pemeriksaan sampel, termasuk untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG, masih harus dikirim ke Makassar sehingga dinilai memakan waktu dan kurang efisien.
“Kita di Papua Barat Daya ini belum memiliki fasilitas pemeriksaan sendiri. Sampel makanan maupun air minum dari hotel dan program MBG masih harus dikirim ke Makassar, sehingga membutuhkan waktu cukup lama,” ujar Lobat kepada wartawan saat meninjau lokasi pembangunan Labkesmas, Jumat (29/5/2026).
Peninjauan lokasi tersebut turut didampingi Ketua Umum HAKLI Arif Sumantri, Sekretaris AKKOPSO Imam Sutopo, Direktorat Kerjasama BGN Agus Muzaiyin, Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI Rahpiem Yuswani, Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim, Kepala Dinas Kesehatan Jemima Elisabeth Windesi, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sorong.
Lobat menjelaskan, lokasi yang disiapkan memiliki luas sekitar tiga hektare dan berada di kawasan strategis yang sebelumnya merupakan area rumah sakit.
“Lahan ini sebagian merupakan aset pemerintah kota, termasuk bekas perumahan tenaga kesehatan. Lokasinya sangat strategis dan siap untuk pembangunan Labkesmas,” katanya.
Ia menambahkan, tim dari Kementerian Kesehatan RI juga telah melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lokasi pembangunan.
“Dari hasil peninjauan, lokasi dinilai siap dan sangat mendukung. Kita optimistis pembangunan bisa berjalan tahun ini,” tambahnya.
Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Kota Sorong diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Papua Barat Daya, terutama dalam pengawasan keamanan pangan, pemeriksaan kualitas air minum, serta deteksi dini berbagai penyakit di masyarakat.(***)















