SORONG,sorongraya.co-Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Papua Barat kembali menyelenggarakan Regional High Level Event (RHLE) bertajuk Torang Creative and Ecotourism Festival 2026 di Sorong.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam memperkuat peran UMKM sebagai penunjang sektor pariwisata melalui digitalisasi dan pengembangan ekosistem kreatif berkelanjutan.
Opening Ceremony TCEF 2026 diawali dengan sambutan Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Papua Barat, dilanjutkan sambutan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, dan ditutup oleh sambutan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah di Tanah Papua. Papua Barat dan Papua Barat Daya dinilai berada dalam satu koridor pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung melalui perdagangan, pariwisata, dan pengembangan ekosistem UMKM.
Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis sebagai bagian dari pengalaman wisata. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam Papua, tetapi juga produk budaya, kriya, kuliner, dan cerita lokal yang dihadirkan oleh para pelaku usaha.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan bahwa TCEF merupakan agenda yang secara konsisten diselenggarakan dan menjadi ruang strategis bagi UMKM untuk berkembang. Festival ini tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga wadah pembelajaran dan perluasan pasar bagi pelaku usaha lokal.
Tema TCEF 2026 dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.
Dalam kesempatan yang sama, Thomas A.M. Djiwandono menegaskan bahwa TCEF merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menghubungkan UMKM, sektor pariwisata, komunitas kreatif, serta ekosistem keuangan dalam satu kesatuan yang saling menguatkan,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, TCEF 2026 menghadirkan 25 UMKM hasil kurasi program 4th KASUARI (Kurasi, Pelatihan, dan Peningkatan Kapasitas UMKM Berdikari). Sebanyak 9 UMKM berasal dari Papua Barat dan 16 UMKM dari Papua Barat Daya.
UMKM yang ditampilkan merupakan pelaku usaha unggulan yang telah melalui proses kurasi guna meningkatkan kualitas produk, standarisasi, dan kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.
Selain itu, TCEF 2026 juga menghadirkan berbagai sektor strategis, seperti UMKM desa wisata, pangan lokal, kriya lokal, hingga kopi khas Papua yang memiliki potensi pasar nasional maupun internasional.
Kehadiran berbagai sektor UMKM tersebut dinilai semakin memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai bagian penting dalam rantai nilai pariwisata, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui TCEF 2026, diharapkan tercipta ekosistem yang semakin kuat antara UMKM, pariwisata, dan digitalisasi, sekaligus mendorong pelaku usaha lokal untuk naik kelas dan memiliki daya saing global.(***)















