Ekonomi & BisnisMetro

Tekan Laju Inflasi BI Kolaborasi bersama Pemprov PBD Luncurkan SIGERAK

×

Tekan Laju Inflasi BI Kolaborasi bersama Pemprov PBD Luncurkan SIGERAK

Sebarkan artikel ini

SORONG,sorongrata.co-Permudan MasyarakatDalam Berbelanja, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Papua Barat Luncurkan Sinergi Gerak Pangan Murah Keliling (SIGERAK) kolaborasi bersama pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD). Bertempat di halaman Kantor Gubernur PBD, Selasa (12/5/2026).

Hal ini sebagai langkah strategis menekan laju inflasi yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Perwakilan KPwBI Papua Barat, Setian, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat Daya dan TPID Kota Sorong.

Setian menegaskan pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan butuh sinergi lintas instansi ,termasuk Bulog, Polda Papua Barat Daya, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Jika kita bersinergi, kekuatan dan kegiatan kita akan lebih bermanfaat dibanding berjalan sendiri-sendiri,”ujarnya.

Berdasarkan data terbaru per April 2026, inflasi tahun ke tahun di Papua Barat Daya mencapai 3,85 persen, angka ini berada di atas kisaran target nasional sebesar 2,5 persen.

Kondisi ini makin tertekan oleh kelompok pangan tidak berasuransi (volatile food) yang mencatatkan inflasi mencapai 7,71 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2025.

Hal inilah yang mendorong lahirnya SIGERAK sebagai solusi menjaga stabilitas harga pangan yang menyangkut kebutuhan hidup banyak masyarakat.

Setian menjelaskan, SIGERAK selaras dengan strategi pengendalian inflasi 4K, Ketersediaan, Keterjangkauan, Kelancaran distribusi, dan Informasi efektif. Program ini telah memenuhi dua pilar utama, yaitu keterjangkauan harga karena pangan dijual lebih murah langsung dari distributor/Bulog ke konsumen, serta kelancaran distribusi dengan sistem keliling ke lokasi yang paling membutuhkan.

Ia berharap SIGERAK berjalan konsisten sepanjang 2026 sesuai rencana, dengan komitmen penuh dari seluruh pihak terkait.

“Kami berharap kegiatan ini beroperasi di sekitar pasar, agar harga jual yang wajar dapat menyeimbangkan harga di pasar. Tujuannya agar angka inflasi yang dicatat BPS bisa turun, tanpa merugikan pedagang lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyebut SIGERAK sebagai inovasi baru TPID, berbeda dengan pasar murah konvensional yang menetap di satu titik, program ini menggunakan mobil box untuk mengantar kebutuhan pokok langsung ke lingkungan warga, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pasar.

Komoditas yang dijual meliputi beras, telur, minyak goreng, bawang, tomat, dan bahan pokok lain dengan harga di bawah harga pasaran.

Program ini baru berupa proyek percontohan di Kota Sorong dengan satu unit armada. Kedepannya, jika dampaknya signifikan, jumlah kendaraan akan ditambah dan jangkauan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Papua Barat Daya.

Secara rutin, SIGERAK direncanakan berjalan 10–15 kali sebulan, dengan jadwal dan jenis komoditas disesuaikan berdasarkan pemantauan harga pasar. Jika harga stabil, kegiatan akan disesuaikan kebutuhan.

Untuk pengawasan, tim pelaksana melibatkan unsur kepolisian dan instansi terkait. Jika ditemukan oknum yang memanipulasi harga atau melanggar aturan, akan ada tindakan tegas mulai dari administratif hingga hukum sesuai tingkat pelanggaran. Saat ini, pasokan masih bersumber dari distributor, namun ke depan akan dibuka peluang melibatkan petani dan kelompok tani lokal guna mendukung ekonomi masyarakat setempat.(***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.