Oleh: Agustinus R Kambuaya. Anggota DPD RI.
SORONG, sorongraya.co – Slogan Papua Tanah Damai Vs Papua Daerah Konflik Menjadi Isu lama yang masih relefan sampai saat ini. Ditengah negara sibuk membicarakan Konflik Iran dan Israel atau Amerika. Pro kontra NKRI masauk dalam Both Of Peace menjadi isu yang hari-hari menghiasi TV dan Media Nasional.
Disatu sisi, kabar pengungsian, konflik bersenjata menjadi kabar biasa yang menghiasai media-media lokal Papua. Belum lama ini, penembakan di Tambrauw berturut-turut selama satu minggu. Seolah menjadi hal yang biasa.
Kita membicarakan Damai di Negeri orang lain, sementara di Negeri sendiri kita tidak merasa nyaman beraktivitas. Dalam konsep dan teori konflik, ada akar konflik, ada aktor konflik, ada wilayah konflik dan ada dampak konflik. Dampak konflik jelas menghambat, mengangu semua Agenda Pembangunan.
Baca: Dugaan ASN Makelar Proyek, Ombudsman Dorong Pemkab Sorong Monitoring Pegawai
Selain itu, ada korban akibat konflik, ratusan TNI POLRI Kehilangan nyawa. Ada warga sipil keliangan nyawa dan tempat tonggal atau mengungsi. Aktor konflik, di devenisikan sebagai KKB, OTK, GPK dll. Semua ini membuat Papua tidak lepas dan hilang dari status kekerasan berkepanjangan.
Cita-cita Papua tanah damai menjadi bahan hotbah, pidato dan sambutan biasa. Saatnya perlu ada solusi permanent konflik. Daerah konflik sulit di bangun dan mencapai kemajuan. Karena itu semua aktor perlu duduk bersama mencari solusi Permanent.














