SORONG, sorongraya.co – Dewan Masjid Indonesia Papua Barat Daya pertanyakan sejauh mana kinerja Polda Papua Barat Daya dalam menuntaskan permainan judi jenis T*g3l, maupun judi lainnya di Kota Sorong.
Ketua DMI Papua Barat Daya, H. Kisman Rahayaan mengaku jika sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Papua Barat Daya, telah menyampaikan seruan untuk menutup segala bentuk permainan judi termasuk T*g3l dan Minuman Keras. Namun, hingga kini hal tersebut sekan tak diindahkan.
Pernyataan itu kata Kisman disampaikan saat dialog para tokoh bersama Polda Papua Barat Daya yang digelar belum lama ini. Jika permainan judi ini masih terus berlangsung, tentu menimbulkan pertanyaan kinerja aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya memberantas penyakit masyarakat.
Mantan pejabat di Kota Sorong ini menceritakan pengalamannya saat masih bertugas di pemerintah daerah. Ketika itu, pihaknya menindak tegas bandar togel di kota sorong, tepatnya di wilayah Rufei.
Saat itu, lanjut Kisman Ia menerima masukan dari masyarakat, dan dalam satu kali operasi masalah tersebut bisa diselesaikan.
“Saya punya pengalaman pernah menerima pesan singkat menjelang bulan puasa yang menanyakan mengapa togel masih beroperasi. Keesokan harinya saya berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota saat itu, Bapak Hengky Rubiakh. Kami langsung melakukan tindakan tegas dan praktik tersebut berhenti. Pertanyaannya, mengapa sekarang dengan jumlah aparat yang lebih banyak, praktik togel justru semakin marak,” ujar Kisman.
Senada disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun. Kata Manan, dalam pertemuan bersama tokoh agama, tokoh adat dan Polda Papua Barat Daya, pihaknya menyampaikan sejumlah masukan, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.

“Kami harap aparat keamanan mengambil langkah tegas. Judi, termasuk T*g3l, dalam ajaran agama jelas dilarang. Demikian pula minuman keras, yang juga diharamkan. Larangan ini bukan hanya dalam agama Islam, tetapi seluruh agama melarang praktik-praktik yang merusak seperti itu,” tegas Abdul Manan.
Menurutnya hal ini merupakan penyakit masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pihak kepolisian dan Intelkam, tetapi juga pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Sorong.
“Kami berharap ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata demi menjaga situasi Kota Sorong tetap aman dan kondusif,” tegas Manan Fakaubun.
Sebelumnya, Kapolda Papua Barat Daya, Brigjend Pol Gatot Haribowo mengintruksikan jajaran Polda Papua Barat Daya untuk menindaklanjuti perintahnya, dalam menangani maraknya permainan judi T*g3l.
Kata Gatot, untuk meniadakan segala bentuk kemaksiatan, sebenarnya tidak harus saat menjalang bulan ramadhan, namun segala sesuatu yang bersentuhan dengan hal-hal yang maksiat, sebenarnya perlu dihindari dan ditiadakan.
“Sebenarnya tidak harus saat menjelang bulan ramadhan, namun segala sesuatu yang bersentuhan dengan hal-hal yang maksiat, sebenarnya perlu dihindari dan ditiadakan,” kata Kapolda PBD, BrigJend Pol. Gatot Hariwibowo.
Andrew Warmasen salah satu warga masyarakat kota sorong mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia, yang telah menyerukan menutup segala permainan judi termasuk T*g3l di Kota Sorong.

“Sudah jelas T*g3l itu judi yang dilarang dalam undang-undang, bahkan agama manapun. Ini sudah bulan puasa, Polda tunggu apa lagi. Apa yang perlu dikoordinasikan lagi. Undang-undang juga melarang tentang perjudian. Maka sudah harus ambil langkah tegas. Jangan bikin seakan-akan ini mata pencarian, dengan alasan mencari nafkah sehingga aparat tidak bisa bertindak. Atau jangan-jangan kami duga polisi ada apa-apanya,” tegas Andrew.
Tak hanya itu, Andrew juga mengecam dan mengutuk Bandar T*g3l yang dengan berani membuka lapak T*g3l hingga ke pemukiman warga se Papua Barat Daya. Ia mengajak partisipasi masyarakat untuk lebih sadar dalam menyikapi maraknya T*g3l.














