AIMAS,sorongrauya.co-Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sorong resmi dilantik bersamaan dengan Rapat Kerja (Raker) PPNI yang digelar di Lantai 3 Aimas Hotel, Kamis, (27/11/2025)
Pelantikan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Perawat dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Sorong.”
Bupati Sorong, Jhony Kamuru, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada tenaga perawat yang disebutnya telah bekerja di berbagai medan sulit mulai dari daerah pesisir hingga pedalaman.
“Banyak perawat bertugas di lokasi dengan akses terbatas. Tapi apapun tantangannya, Tuhan selalu lebih besar dari kesulitan itu,” kata Bupati.
Ia mengungkapkan bahwa APBD Kabupaten Sorong tahun depan mengalami pengurangan anggaran. Meski demikian, ia menegaskan agar kualitas layanan kesehatan tidak ikut menurun.
“Jangan karena anggaran turun, mutu pelayanan juga menurun. Masyarakat di kampung-kampung tetap butuh pelayanan terbaik,” tegasnya.
Bupati juga menyebut profesi perawat sebagai pekerjaan mulia dan berharap PPNI terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Ketua DPD PPNI Kabupaten Sorong, Binar Salasa, mengatakan Raker kali ini fokus pada penataan internal organisasi, penguatan database anggota, serta legalitas profesi.
“Kami memiliki 11 DPK. Pendataan harus jelas: jumlah anggota, status keanggotaan, siapa yang sudah memiliki SIP, dan siapa yang masih berproses,” ujar Binar.
Menurutnya, kejelasan data dan kelengkapan legalitas menjadi dasar peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“PPNI berperan meningkatkan kompetensi perawat, menjadi mitra pemerintah dan pelindung anggota. Walaupun anggaran daerah berkurang, pelayanan harus tetap optimal,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan kembali sumpah profesi agar pelayanan diberikan tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.
Ketua DPW PPNI Papua Barat, Mikael Osok, menegaskan peran berjenjang organisasi PPNI dari pusat hingga unit kerja.
“DPK adalah garda terdepan. Koordinasi dengan DPD harus berjalan baik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keaktifan anggota termasuk dalam pembayaran iuran sebagai bagian dari legalitas organisasi. (***)
















