Raja, salah satu perwakilan Kerukunan Keluarga Bima Kota Sorong. [foto: junaedi-sr]

Fasilitas Karantina Minim, Warga KKB Bersikeras Jemput Keluarga

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG. sorongraya.co – Kerukunan Keluarga Bima Kota Sorong, Rabu siang 03 Juni 2020 mendatangi tempat karantina pasien corona yang berlokasi di Balai Diklat Kampung Salak untuk menjemput anggota keluarga mereka dikarenakan minimnya fasilitas yang memadai.

Warga KKB ini kecewa dengan lambannya proses penyembuhan pasien Covid-19. Sebab, fasilitas yang dimiliki Balai Diklat Kampung Salak sangat minim. Terjadilah perdebatan antara petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan warga saat pasien covid-19 hendak dipindahkan. Petugas bersikeras bahwa pasien covid-19 tak boleh dirawat di luar lokasi karantina.

Petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong tetap tidak mengizinkan pasien di bawa pulang, untuk di karantina secara mandiri.

Gustu percepatan penanganan covid-19 kota Sorong, Herman Kalasuat mengakui, memang ada hal-hal secara psikis yang dirasakan maupun dikeluhkan oleh ibu dan bapak haji, kita pahami itu. Namun, tidak semerta-merta permintaan warga kita setujui karena terus terang mereka yang dirawat ini berastatus positif.

Sementara itu, Wakil Ketua KKB kota Sorong, Raja mengatakan, dua anak dari pasangan ibu dan bapak Najamudin yang tadinya positif karena simpang siurnya penanganan tadinya disebut positif kemudian tidak positif dan dipulangkan. Itulah bagian dari kekecewaan kami. Kalau dikhawatirkan akan terjangkit karena ada di lingkungan, maka langkah yang diambil kami akan melakukan isolasi mandiri di hotel, mengingat proses penyembuhannya, pasien harus diberikan support.

Diketahui pasien dalam pengawasan dan orang tanpa gejala yang dirawat di lokasi karantina berjumlah 34 orang. Mereka diawasi secara ketat oleh tenaga medis dan aparat keamanan, yang berjaga di pintu keluar masuk lokasi karantina. [jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.