Hukum & KriminalMetroTanah Papua

Polisi Tetapkan Tersangka dan 7 DPO Kasus Pembunuhan 2 Orang Warga di Tambrauw

×

Polisi Tetapkan Tersangka dan 7 DPO Kasus Pembunuhan 2 Orang Warga di Tambrauw

Sebarkan artikel ini

SORONG,sorongraya.co– Polda Papua Barat Daya merilis perkembangan terbaru kasus pembunuhan warga sipil yang terjadi di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw pada 8 dan 16 Maret 2026.

Dalam press releasenya, polisi telah menetapkan satu orang tersangka berinisial YY. Penetapan tersebut dilakukan setelah pemeriksaan mendalam pada 23 Maret 2026 di Ditreskrimum Polda Papua Barat Daya. Dari hasil pemeriksaan, YY diketahui memiliki dua butir amunisi kaliber 5,56 serta satu unit handy talky (HT).

Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Jenny Hengkelare, menjelaskan bahwa tersangka YY resmi ditahan di Rutan Polres Sorong sejak 24 Maret 2026 dini hari. Ia diduga melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 serta ketentuan dalam KUHP terkait kepemilikan amunisi ilegal dan dugaan keterlibatan dengan organisasi yang bertentangan dengan ideologi negara.

“Selain penetapan tersangka, polisi juga telah memulangkan empat orang saksi kepada keluarga masing-masing pada 24 Maret 2026 malam. Proses pemulangan ini turut disaksikan oleh kuasa hukum, Ambrosius Simon Klagilit,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Jenny menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap 12 saksi yang sebelumnya diamankan, polisi mengantongi sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku utama. Polres Tambrauw kemudian menetapkan tujuh orang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni Gidion Yesnath, Yudas Yesyan, Tobias Yekwam, Maximus Yesyan, Ateng Yekwam, Yohanis Yeblo, dan Silas Yesnath.

“Kapolres Tambrauw bersama unsur TNI dan pemerintah daerah setempat juga telah menggelar sejumlah rapat koordinasi guna mendorong rekonsiliasi pascakejadian. Aparat keamanan pun masih disiagakan di sejumlah titik untuk menjaga situasi tetap kondusi,” tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat di wilayah Tambrauw agar tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial terkait kasus ini.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat dampaknya meluas hingga wilayah sekitar, termasuk Sorong. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.