MetroPendidikan & KesehatanTanah Papua

Dana Otsus Tepat Sasaran, Tingkatkan Layanan Pemeriksaan Jantung Pada Bayi

×

Dana Otsus Tepat Sasaran, Tingkatkan Layanan Pemeriksaan Jantung Pada Bayi

Sebarkan artikel ini

SORONG,sorongraya.co-Pemanfaatan alat kesehatan (alkes) yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2025 dinilai tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Papua Barat Daya, khususnya bagi anak-anak.

Hal ini terlihat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis melalui program pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan ekokardiografi anak yang digelar di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Papua Barat, Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Anak, serta Fakultas Kedokteran Universitas Papua.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama dari para orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk menjalani pemeriksaan jantung. Para tenaga medis setempat mengaku sangat terbantu dengan keberadaan alkes yang didukung Dana Otsus, seperti alat ekokardiografi hingga fasilitas penunjang berupa tabung bayi prematur.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, turut hadir meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung sektor kesehatan dan pendidikan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Dukungan terhadap kesehatan dan pendidikan adalah kewajiban pemerintah. Tahun 2025 kami telah memberikan bantuan signifikan ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Sele Be Solu, dengan nilai rata-rata di atas Rp10 miliar,”ujarnya.

Elisa juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas bagi penanganan bayi prematur dan kasus-kasus darurat lainnya. Ia memastikan pemerintah akan terus memberikan bantuan, selama kondisi fiskal memungkinkan, terutama karena Papua Barat Daya masih membutuhkan penguatan infrastruktur layanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas tenaga medis melalui pelatihan dasar ekokardiografi dan pemanfaatan telemedicine.

“Dokter anak dilatih melakukan pemeriksaan dasar USG jantung, kemudian dapat berkonsultasi dengan konsultan kardiologi anak. Ini akan menghemat biaya dan memastikan hanya pasien yang benar-benar membutuhkan yang dirujuk,”jelasnya.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan awal ditemukan sejumlah kasus serius, termasuk kelainan jantung bawaan kompleks yang memerlukan tindakan operasi segera. Kondisi tersebut juga berisiko menyebabkan stunting dan gangguan pertumbuhan jika tidak ditangani dengan cepat.

Ketua IDAI Papua Barat Daya, dr. Rianti Windesi, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memetakan kondisi kesehatan jantung anak di wilayah tersebut.

“Selama ini kami belum memiliki data pasti. Dengan pemeriksaan massal ini, kami berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas, sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam melakukan deteksi dini,”tutupnya.

Menurutnya, ke depan diharapkan sistem layanan kesehatan dapat lebih efisien dengan menghadirkan tenaga ahli ke daerah, dibandingkan harus merujuk pasien keluar daerah yang kerap terkendala biaya dan transportasi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.