AIMAS, sorongraya.co – Seorang Pekerja Borongan ditemukan tewas di Perkebunan Sawit milik PT. Sorong Global Lestari. Jenazah yang diketahui bernama Bily ini pertama kali ditemukan oleh anggota Polsek Salawati, di jurang tepatnya dibalik potongan kayu. Peristiwa penemuan mayat itu terjadai pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Berdasarkan keterangan ayah kandung Bily, Stevi Sulikui mengatakan bahwa sebelumnya Bily ditawarkan untuk bekerja di perusahan Perkebunan Sawit dengan posisi Pembibitan, namun diketahui ternyata ia diposisikan di bagian Pembabatan.
Mendengar keadaan anaknya yang ditempatkan pada posisi pembabatan, Ayah Bily tak tega dan langsung menjemput anaknya untuk kembali pulang. Terlebih hondphone milik anaknya itu tak dapat dihubungi.

Ayah Kandung Bily merasa ada kejanggalan atas kematian putranya itu. Mendengar hal itu, keluarga Bily pun shock. Pihaknya berharap pihak kepolisian dapat mengungkap siapa pelaku kematian anak kesayangannya itu.
Sementara itu, anggota DPR Kabupaten Sorong, Lexy Duri Malang mengaku akan memanggil Dierktur PT. Sorong Global Lestari untuk dimintai pertanggungjawaban. Menurutnya kematian Bily terjadi di perkebunan sawit milik perusahaan yang dipimpinnya.
“Kami meminta agar Direktur PT. Sorong Global Lestari juga mengetahui hal ini dan dia juga harus bertanggungjawab, karena karyawan ini kami temukan di kebunnya,” tegas Lexi.
Kata Lexi, Bily telah hilang selama enam hari, dan baru ditemukan pada hari ketiga pencarian, itupun dalam kondisi tak bernyawa.
“Tiga hari dia menghilang, kami turun lakukan pencarian, kami harap dapat dalam keadaan tubuh yang sehat. Namun Tuhan berkendak lain. Selaku wakil rakyat, kami sama-sama melakukan pencarian ada juga Kanit Reskrim, dan yang pertama temukan adalah anggota Polsek Salawati, dia keliling-keliling dengan motor trile dan mencium bau tak sedap, kemudian dia turun dan melihat ternyata di jurang itu ada jenazah,” terang Lexi.
Pada kesempatan itu, Ia meminta kepada Polres Aimas untuk dapat mengungkap kematian Bily. Sebab menurutnya kematian Bily diduga dibunuh oleh orang tak dikenal.
“Kami dari Keluarga menduga dia dubunuh, karena banyak luka memar di tubuhnya, termasuk kepalanya itu pecah. Kami berindikasi tidak mendahului pihak keamanan, pasti pelakunya cepat didapat,” pungkasnya.


















