SORONG, sorongraya.co – Makanan Bergizi Gratis atau MBG yang menjadi program prioritas nasional kembali menuai sorotan public. Ketua Majelis Muslim Papua Kota Sorong, Abdul Hamid Sangaji Moias temukan makanan produk MBG di SD Al-Irsyad yang telah basi.
Makanan tersebut milik anaknya yang dibagikan oleh salah satu Dapur MBG kepada siswa di SD Al-Irsyad, Perumnas, Kota Sorong.
“Dari petugas MBG antar makanan gizi, ada dua minuman susu sama dua butir telur ayam, dengan makanan Agar-agar dan kue ya, ini sudah basi, tidak layak, syukur kalau ana-anak ada yang tau dan pulang beritahukan orang tua ya tidak apa-apa, kalau tidak beritahukan orang tua ini bahaya,” tutur Abdul Hamid kepada sorongraya.co. Selasa, 03 Maret 2026.
Menurutnya, jika murid SD seorang muslim mendapatkan makanan MBG, kemudian yang bersangkutan membawa pulang kue tersebut dan menyimpannya di lemari kulkas, pada saat buka puasa si murid tersebut langsung memakannya, bisa terjadi keracunan. Maka siapa yang akan bertanggungjawab?
@sorongraya.co #poldapbd #papuabaratdaya #kotasorong #lapassorong #satpolppindonesia ♬ suara asli – sorongraya.co
Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya segera meninjau kembali dapur-dapur MBG yang dinilai kurang layak menyajikan makanan bagi anak-anak.
“Kepada Bapak Gubernur maupun wakil Gubernur tolong diperhatikan tim makanan MBG tersebut yang dibagikan kepada sekolah. Jika makanan sebanyak 1.000 plastik atau kota diberikan dalam kondisi basi, maka pemerintah rugi, mubazir. Kalau anak-anak makan dan keracunan siapa yang bertanggungjawab,” pungkasnya.
Baca: Kadis Kesehatan Serahkan Penghargaan Kepada Nakes Berprestasi di RSUD Sele be Solu
Sebelumnya, kasus serupa terjadi di SD Negeri 2 Kota Sorong. Para siswa disuguhkan makanan dalam kondisi yang tak layak. Menu yang diberikan berupa Telur, Susu, Buah Salak dan Kue Donat. Sayangnya sebagian telur dan buah salak telah busuk.














