Hukum & KriminalMetroTanah Papua

Dua Warga Tewas di Tambrauw, Polda PBD Kerahkan 60 Personel Brimob untuk Pengamanan

×

Dua Warga Tewas di Tambrauw, Polda PBD Kerahkan 60 Personel Brimob untuk Pengamanan

Sebarkan artikel ini

SORONG,soeongraya.co-Dua warga dilaporkan tewas dalam insiden penghadangan dan penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di wilayah Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Pasca kejadian tersebut, Polda Papua Barat Daya bersama Polres Tambrauw langsung mengambil langkah cepat dengan mengerahkan 60 personel Brimob guna memperkuat pengamanan di lokasi.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare, dalam konferensi pers di Aula Mapolda Papua Barat Daya, Rabu (18/03/2026), menjelaskan bahwa penambahan personel dilakukan untuk menjamin keamanan serta membantu mobilisasi masyarakat yang melintasi jalur Sorong–Tambrauw.

“Sebanyak 60 personel Brimob telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan serta membantu kelancaran mobilisasi masyarakat yang melintasi lokasi kejadian,” ujarnya.

Selain pengamanan, aparat juga menerapkan sistem pengawalan bagi masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor. Kendaraan yang melintas akan dikumpulkan terlebih dahulu dalam jumlah tertentu sebelum dikawal bersama oleh petugas.

“Pengawalan dilakukan secara berkelompok, misalnya lima sampai enam kendaraan, demi mengutamakan keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 11.30 WIT di jalan poros Bamusbama. Berdasarkan laporan polisi, empat orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor dihadang dan dianiaya oleh sejumlah OTK.

Dua korban, HZ dan RD, berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Pos Satgas TNI di Bamusbama. Sementara dua korban lainnya, yakni Yam (37) dan YB (24), ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke rumah sakit pratama. Namun, karena keterbatasan tenaga medis, jenazah kemudian dipindahkan ke RS Sele Be Solu dan tiba sekitar pukul 23.00 WIT untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil visum menunjukkan bahwa korban meninggal bukan karena luka tembak, melainkan akibat benda tajam, seperti pisau atau panah,” tegas Kompol Jenny.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Seorang saksi berinisial MN juga telah dimintai keterangan karena diduga sebagai orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut.

Polda Papua Barat Daya menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus diperkuat guna menjaga situasi keamanan serta memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman.

“Kami terus bekerja keras untuk mengungkap pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.