MetroTanah Papua

Bank Indonesia Siapkan Rp243 Miliar Uang Layak Edar

×

Bank Indonesia Siapkan Rp243 Miliar Uang Layak Edar

Sebarkan artikel ini

SORONG,sorongraya.co-Sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan uang Rupiah selama Ramadan dan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H, Bank Indonesia memastikan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) di kas titipan kota Sorong dan kas titipan kabupaten Sorong Selatan.

Saldo ULE kas titipan kota Sorong saat ini sebesar Rp203 miliar, sedangkan saldo  kas titipan kabupaten Sorong Selatan sebesar Rp40,3 miliar.

Dana tersebut disalurkan melalui kas titipan yang dikelola oleh bank pengelola, yang berperan dalam mendukung kelancaran distribusi uang tunai guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan perbankan di sekitarnya selama periode HBKN.

Sebagai perbandingan realisasi outflow periode Ramadan tahun lalu tercatat masing-masing sebesar Rp69,3 Miliar di kas titipan kota Sorong dan Rp10,3 Miliar di kas titipan kabupaten Sorong Selatan.

Dengan ketersediaan saldo ULE yang cukup besar tahun ini, Bank Indonesia memastikan bahwa persediaan uang dalam jumlah dan pecahan yang sesuai mencukupi untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat, baik untuk transaksi sehari-hari maupun dalam rangka tradisi berbagi selama Idulfitri.

Dengan demikian, diharapkan kelancaran transaksi tunai di Kota Sorong dan sekitarnya dapat terjaga dengan baik, serta masyarakat dapat memperoleh uang layak edar sesuai kebutuhan tanpa mengalami kendala dalam proses penukaran atau transaksi tunai lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Setian mengatakan bahwa, sebagai bentuk inovasi dalam penyediaan layanan penukaran uang pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H di wilayah Provinsi Papua Barat Daya, Bank Indonesia juga mengoptimalkan penggunaan website Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) yang dapat diakses melalui https://pintar.bi.go.id.

“Adapun layanan penukaran uang yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia Papua Barat pada tahun ini di wilayah Provinsi Papua Barat Daya terdiri dari layanan Kas Keliling di kabupaten Raja Ampat dan layanan penukaran melalui loket perbankan di kas titipan Sorong Selatan pada tanggal 13 Maret 2026,”ujar setian melalui rilisnya. (16/03/2026).

Pelaksanaan SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026, mengacu pada 3 (tiga) framework pengelolaan uang Rupiah yang dioptimalkan menjelang HBKN, yakni pertama ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya, kedua sistem distribusi uang yang efisien dengan layanan kas prima dan ketiga adalah penyiapan infrastruktur yang handal. Bank Indonesia juga terus mengajak masyarakat untuk selalu “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” yang ditunjukkan dengan cara merawat Uang Rupiah, bangga menggunakan Uang Rupiah dalam setiap bertransaksi, dan Paham Rupiah dengan berbelanja secara bijak. SERAMBI 2026 mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”.

Selain itu dalam rangka mendorong kelancaran sistem pembayaran, BI juga mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran secara non tunai termasuk penggunaan QRIS untuk transaksi ritel, serta mendorong Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk mempersiapkan infrastruktur guna menghadapi peningkatan transaksi selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Berbagai rangkaian kegiatan untuk memperluas akseptasi sistem pembayaran nontunai telah dilakukan, salah satunya melalui kegiatan Qasuari Merah (QRIS Safari Ramadhan Penuh Berkah) 2026 yang diselenggarakan di 4 (empat) wilayah: Kabupaten Manokwari, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Raja Ampat, dan Kota Sorong. Sejalan dengan perluasan akseptasi digital melalui QRIS tersebut, Bank Indonesia juga terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan perlindungan konsumen di sektor sistem pembayaran dan layanan keuangan. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, serta penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah. Upaya ini dilakukan agar masyarakat merasa aman ketika melakukan transaksi digital, sehingga kepercayaan publik terhadap ekosistem pembayaran tetap terjaga.

Di sisi lain, upaya penguatan ekosistem dan pengembangan talenta digital juga dilakukan oleh Bank Indonesia melalui inisiasi program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Melalui program PIDI DIGDAYA X Hackathon 2026, Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan, asosiasi industri, dan berbagai mitra strategis mendorong lahirnya inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) yang selaras dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan talenta digital nasional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.(***)

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.