SORONG,sorongraya.co-Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Sorong, Jeremias Gembenop, menegaskan, pentingnya hasil Seminar Nasional Konferensi Studi Regional (KSR) PMKRI sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan di Papua Barat Daya.
Seminar Nasional Konferensi Study Regional (KSR) Komda Regio Papua Barat Daya oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aqinas Tahun 2026, yang digelar di Aula SMK YPK Maranatha Kota Sorong, Kamis (29/1/2026) sore hingga malam hari.
Disampaikannya, Kota Sorong memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga ibu kota Provinsi Papua Barat Daya, sehingga seluruh sektor pembangunan memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang kuat.
“Seminar nasional ini menjadi pintu masuk gagasan dan ide strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, terutama dalam menyiapkan generasi emas periode 2030–2045,” kata Asisten I.
Ia juga menekankan bahwa, meskipun umat Katolik merupakan kelompok minoritas, kontribusi pemikiran yang dihasilkan tetap memiliki bobot dalam memberikan masukan kebijakan. Hasil rumusan dari konferensi regional ini diharapkan dapat dibawa dan dibahas pada konferensi nasional PMKRI di Bogor, untuk selanjutnya dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan pembangunan.
“Dalam proses pembangunan terdapat peran yang berbeda antara pihak yang merumuskan kebijakan dan pihak yang melaksanakan kebijakan. Karena itu, dibutuhkan eksekutor yang mampu menerjemahkan hasil konferensi ke dalam program konkret yang dapat dijalankan,” tandasnya.
Seminar Nasional Konferensi Studi Regional PMKRI Komda Regio Papua Barat Daya ini telah berlangsung selama tiga hari, dan dibuka oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dan ditutup oleh Asisten I, serta diikuti pengurus PMKRI, senior, ketua presidium cabang, delegasi peserta, dewan pengurus, dan pengamat. (***)















