Ekonomi & BisnisMetroTanah Papua

Bank Indonesia bersama TNI AL Secara Resmi Lepas Tim ERB, Siap Edar Rp10,6 Miliar

×

Bank Indonesia bersama TNI AL Secara Resmi Lepas Tim ERB, Siap Edar Rp10,6 Miliar

Sebarkan artikel ini

SORONG, sorongraya.co-Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) secara resmi melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Kota Sorong, Selasa (20/10/2026). Ekspedisi ini bertujuan memberikan layanan kas keliling dan edukasi Rupiah kepada masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk menyediakan uang Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat semangat kebangsaan melalui pemahaman tentang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

64
Polling Pemilihan Tokoh Papua Barat Daya

Seberapa Besar Anda Mendukung Tokoh Politik

Dalam Pemilihan Mendatang.

“Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 dilaksanakan pada 20–28 Oktober 2026 di wilayah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya,” ujarnya.

Dalam ekspedisi kali ini, Bank Indonesia menyiapkan modal kerja sebesar Rp10,6 miliar untuk layanan penukaran uang Rupiah kepada masyarakat, baik secara ritel maupun wholesale (dalam jumlah besar).

Jumlah tersebut meningkat sekitar 10,4 persen dibandingkan dengan modal kerja pada Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 yang mencapai Rp9,6 miliar.

Selain memberikan layanan penukaran uang, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan edukasi dan sosialisasi program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat di lokasi kegiatan.

Ekspedisi ini turut menjadi sarana penguatan jiwa dan karakter Pejuang Rupiah melalui kegiatan berbagi pengalaman serta leadership sharing yang diberikan oleh personel TNI Angkatan Laut.

Pelaksanaan ERB 2026 akan menjangkau enam lokasi di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, yakni Kabupaten Kaimana, Pulau Namatota, Pulau Arguni, Pulau Yellu, Pulau Sauwandarek, dan Pulau Waisai.

Ketersediaan uang Rupiah di seluruh wilayah Indonesia untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat tidak hanya memiliki aspek ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu, Ekspedisi Rupiah Berdaulat memiliki sejumlah tujuan, di antaranya memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, kondisi layak edar, serta tersedia tepat waktu.

Kegiatan ini juga mencakup penarikan uang tidak layak edar untuk diganti dengan uang layak edar melalui kebijakan clean money policy. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi.

Selain itu, Bank Indonesia mendorong masyarakat menggunakan Rupiah dalam transaksi sehari-hari sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebagai wujud kedaulatan mata uang nasional, khususnya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Edukasi kepada masyarakat juga diberikan terkait ciri-ciri keaslian Rupiah, cara merawat uang, tata cara bertransaksi secara aman, serta kewajiban menggunakan Rupiah dalam transaksi di wilayah NKRI.

Dari sisi perekonomian, layanan penukaran uang Rupiah tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Kehadiran Bank Indonesia di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil bukan sekadar menjalankan fungsi teknis di bidang pengelolaan uang Rupiah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.

Hal ini sejalan dengan semangat bahwa Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga menjadi simbol identitas dan pemersatu bangsa.

Tidak hanya berfokus pada layanan ekonomi, Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut juga memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan upaya pencegahan stunting bagi masyarakat di wilayah kepulauan Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya ibu, anak, dan keluarga, menjadi bagian penting dalam pembangunan manusia serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa kehadiran negara di wilayah 3T tidak hanya diwujudkan melalui layanan ekonomi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat berharap kegiatan layanan penukaran uang Rupiah di berbagai wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan uang layak edar, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menumbuhkan rasa cinta dan bangga menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan penukaran uang Rupiah serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di seluruh wilayah 3T, khususnya di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Komandan Kodaeral XIV Laksamana Muda TNI Djatmoko menegaskan, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadirkan tantangan sekaligus tanggung jawab besar untuk memastikan kehadiran negara di seluruh wilayah.

Menurutnya, banyaknya pulau terluar dan terpencil, terutama yang berada di kawasan perbatasan, menuntut konektivitas serta pelayanan yang menjangkau masyarakat secara langsung.

“Tantangan geografis ini tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerataan pembangunan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sinergi BI dan TNI AL memiliki peran strategis karena kedua lembaga menjalankan tugas yang saling melengkapi. TNI AL menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah perairan, sedangkan BI menjaga kedaulatan ekonomi melalui kestabilan nilai Rupiah dan ketersediaan mata uang nasional.

Bagi masyarakat di pulau-pulau terluar, kehadiran Rupiah bukan hanya menyangkut kemudahan bertransaksi, melainkan juga menjadi penanda bahwa mereka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.

Dalam ekspedisi kali ini, KRI Layaran-854 akan membawa tim untuk menjalankan misi pelayanan keuangan, edukasi, dan kegiatan sosial di sejumlah wilayah sasaran.

Djatmoko berpesan kepada komandan dan seluruh prajurit KRI Layaran-854 agar menjalankan tugas dengan penuh kebanggaan, tanggung jawab, serta mengutamakan keselamatan selama pelayaran.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 tidak hanya berfokus pada pelayanan keuangan. BI dan TNI AL juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan serta upaya pencegahan stunting bagi masyarakat di wilayah kepulauan Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Pelayanan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama ibu, anak, dan keluarga yang menghadapi tantangan akses terhadap fasilitas kesehatan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat langsung sekaligus pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan upaya menjaga kesehatan keluarga.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa kehadiran negara di wilayah 3T tidak terbatas pada urusan ekonomi, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yusdi L. Lamatenggo menyampaikan apresiasi, kepada BI dan TNI AL atas komitmen mereka menghadirkan layanan hingga ke wilayah kepulauan dan daerah dengan tantangan geografis.

Ia menilai Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, ketersediaan uang yang layak edar di pulau-pulau terluar memiliki arti strategis bagi persatuan bangsa. Masyarakat tidak hanya membutuhkan akses terhadap uang tunai, tetapi juga perlu memahami pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah secara benar.

“Kehadiran Rupiah yang layak edar hingga pulau-pulau terluar memiliki arti strategis bagi persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga menyambut baik layanan kesehatan dan upaya pencegahan stunting yang menjadi bagian dari ekspedisi. Menurut Yusdi, generasi yang sehat merupakan modal penting bagi masa depan Papua Barat Daya dan Indonesia.

Ia berharap sinergi BI, TNI AL, pemerintah daerah, perbankan, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk memperluas akses layanan keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendukung pembangunan yang lebih inklusif di wilayah kepulauan.

Yusdi turut mengajak masyarakat untuk mencintai Rupiah dengan mengenali ciri keasliannya, merawat uang dengan baik, dan menggunakannya dalam transaksi sehari-hari sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepada seluruh anggota tim ERB 2026, ia berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan, memperkuat koordinasi, mengutamakan keselamatan, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.