MetroTanah Papua

Kualitas Udara Semakin Buruk, Ketua FOPERA Desak Pemerintah Segera Tetapkan Status Sebagai Bencana Nasional

×

Kualitas Udara Semakin Buruk, Ketua FOPERA Desak Pemerintah Segera Tetapkan Status Sebagai Bencana Nasional

Sebarkan artikel ini

SORONG,sorongraya.co-Kabut asap pekat kini menyelimuti wilayah Papua Barat Daya. Kualitas udara memburuk drastis didorong kuatnya dampak El Nino yang memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Langit yang biasanya jernih kini tertutup kabut tebal, mengganggu pandangan, menghambat pergerakan udara, hingga mengancam kesehatan ribuan warga.

Gangguan ini tak sekadar soal pandangan. Penerbangan mengalami keterlambatan bahkan pembatalan. Di daratan, warga mulai mengeluh sesak napas, batuk-batuk, dan gangguan saluran pernapasan. Beban terberat jatuh pada fasilitas kesehatan yang sejak awal memiliki daya tampung dan sarana terbatas. Jika dibiarkan, kabut asap ini berisiko berubah menjadi krisis kesehatan masyarakat yang meluas.

Polling Tokoh Papua Barat Daya

Siapakah Tokoh Papua Barat Daya Yang Paling Disukai?

Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Yanto Ijie, Ketua Umum Fopera Papua Barat Daya, menyuarakan desakan tegas kepada Pemerintah Provinsi, Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla), serta para Bupati dan Wali Kota se-Papua Barat Daya untuk tidak lagi bersikap lamban.

“Kabut asap bukan sekadar gangguan pandangan. Ini ancaman nyata bagi kesehatan warga, kelancaran kegiatan, dan keselamatan penerbangan. Fasilitas rumah sakit kita terbatas, daya tampung sedikit. Jika dibiarkan, siapa yang bertanggung jawab saat warga jatuh sakit berbondong-bondong?” ujar Yanto Ijie.

Ia menegaskan, penanganan di tingkat daerah saja sudah tidak memadai. Titik api terus menyebar, asap tak kunjung hilang, sementara sumber daya yang tersedia belum mampu menekan laju kebakaran. Oleh karena itu, Fopera meminta agar status kabut asap segera ditetapkan sebagai bencana nasional, sehingga intervensi lintas kementerian dan lembaga dapat masuk secara menyeluruh, cepat, dan terkoordinasi.

Satgas Karhutla diminta bergerak cepat, tidak menunda, tidak menunggu keadaan memburuk lebih parah, dan memadamkan setiap titik api sebelum melebar. Para Bupati dan Wali Kota pun diharapkan sepenuhnya berada di daerah masing-masing untuk menangani masalah ini. Fopera meminta Menteri Dalam Negeri melarang sementara kepala daerah keluar wilayah, agar perhatian dan tenaga mereka tertuju sepenuhnya pada penanganan kebakaran hutan dan asap. Fopera juga mendesak penguatan layanan kesehatan, khususnya pencegahan dan penanganan ISPA, mengingat fasilitas yang ada belum memadai menghadapi lonjakan pasien.

“El Nino memang datang sebagai fenomena alam, tetapi kelalaian dalam menjaga hutan, lambatnya penindakan, dan lemahnya pengawasan adalah kesalahan manusia,” tegas Yanto Ijie.(***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.