MetroPendidikan & KesehatanTanah Papua

Dinkes Kota Sorong Gelar Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria Tahun 2026

×

Dinkes Kota Sorong Gelar Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

SORONG, sorongraya.co-Dinas Kesehatan Kota Sorong menggelar Sosialisasi Percepatan Eliminasi Malaria Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Kota Sorong bebas malaria. Kegiatan tersebut berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Selasa (28/7/2026).

Malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dan kerja sama semua pihak. Karena itu, upaya eliminasi malaria tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat.

Melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Sorong menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut. Peserta yang hadir antara lain berasal dari Bappeda, Dinas Bina Marga, Dinas Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya.

Selain itu, kegiatan juga diikuti Balai Besar Karantina Kesehatan, para kepala distrik se-Kota Sorong, kepala puskesmas, penanggung jawab program malaria di seluruh puskesmas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), Tim Penggerak PKK Kota Sorong, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengatakan Pemerintah Kota Sorong menargetkan eliminasi malaria dapat tercapai pada tahun 2028. Menurutnya, sosialisasi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat komitmen, meningkatkan koordinasi, serta membangun kolaborasi lintas sektor guna mencapai target tersebut.

“Target utama yang ingin dicapai adalah Kota Sorong bebas dari penularan malaria. Untuk itu diperlukan kerja sama semua pihak agar upaya percepatan eliminasi malaria dapat berjalan secara efektif,” ujarnya.

Jemima menjelaskan, saat ini kasus malaria di Kota Sorong masih tergolong tinggi. Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan terus memperkuat berbagai program pengendalian malaria melalui seluruh puskesmas.

Berbagai upaya yang dilakukan antara lain memberikan edukasi kepada masyarakat, membagikan kelambu berinsektisida, melakukan penyemprotan rumah maupun lingkungan yang berisiko menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk malaria, serta memberikan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan sesuai standar melalui fasilitas kesehatan.

Jemima berharap kegiatan sosialisasi tersebut mampu menyamakan persepsi seluruh peserta mengenai strategi percepatan eliminasi malaria, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendorong langkah nyata dalam meningkatkan penemuan kasus, pengobatan sesuai standar, pengendalian vektor, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen mendukung percepatan eliminasi malaria melalui kerja sama yang terpadu, berkelanjutan, dan berbasis data. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Kota Sorong dapat mencapai target eliminasi malaria pada tahun 2028 sesuai dengan target nasional,”tutupnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.