Oktasari Sabil
MetroTanah Papua

Elisa Kambu: Juara MTQ II Papua Barat Daya Hanyalah Bonus, Ibadah yang Utama

×

Elisa Kambu: Juara MTQ II Papua Barat Daya Hanyalah Bonus, Ibadah yang Utama

Sebarkan artikel ini

SORONG, sorongraya.co – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., di Arena Utama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sorong, Rabu (1/7/2026).

MTQ yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026 itu mengusung tema “Melalui MTQ, Kita Kembangkan Ekonomi Umat Menuju Provinsi Papua Barat Daya yang Berdaya Saing.” Kegiatan dipusatkan di Arena Utama MAN Sorong, Gedung ACC Al-Akbar, dan Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya.

Dalam sambutannya, Elisa Kambu mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan momentum memperkuat syiar Islam, membangun generasi Qurani, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi umat di Papua Barat Daya.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai sarana ibadah sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat Daya.

“Kita datang bukan semata-mata untuk menjadi juara. Kita datang untuk memuliakan Tuhan, memanjatkan doa, dan menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan kita. Soal juara adalah bonus, tetapi yang utama adalah keikhlasan dalam beribadah,” ujar Elisa.

Menurut Elisa, Papua Barat Daya merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang berasal dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa. Karena itu, keberagaman harus terus dijaga melalui semangat saling menghormati, saling menghargai, dan bergotong royong membangun daerah.

“Papua Barat Daya adalah rumah kita bersama. Keberagaman yang kita miliki merupakan anugerah yang harus terus kita rawat dalam semangat saling menghormati, saling menghargai, dan bergotong royong membangun daerah ini,” katanya.

Ia menegaskan, penyelenggaraan MTQ tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jika niat kita baik untuk memuliakan Tuhan, maka keberhasilan akan mengikuti sebagai bonus,” ujarnya.

Elisa berharap MTQ II Papua Barat Daya mampu melahirkan generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki semangat persaudaraan dan persatuan.

“Melalui MTQ ini kita ingin membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi dan pembangunan, tetapi juga kokoh dalam karakter, menjunjung tinggi kedamaian, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., mengaku terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Sorong.

Menurutnya, Papua Barat Daya memiliki kekayaan alam yang luar biasa, masyarakat yang majemuk, tradisi yang kaya, serta nilai-nilai persaudaraan yang tetap hidup di tengah masyarakat.

“Ini adalah kunjungan pertama saya ke Sorong. Kesan saya, Papua Barat Daya memiliki alam yang indah, masyarakat yang majemuk, tradisi yang kaya, dan nilai-nilai persaudaraan yang terus hidup di tengah masyarakat. Semua itu adalah anugerah Allah SWT yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Muchlis mengatakan dirinya sempat menikmati keindahan kawasan Marina Sorong dan berharap dapat berkunjung ke Raja Ampat. Menurutnya, keindahan alam Papua Barat Daya merupakan bukti kebesaran Tuhan yang patut disyukuri.

Di tengah kekayaan alam dan budaya tersebut, lanjutnya, Al-Qur’an hadir sebagai cahaya yang menerangi kehidupan, menguatkan, dan menyempurnakan nilai-nilai luhur yang telah hidup di tengah masyarakat.

“Islam datang bukan untuk menghapus budaya, tetapi untuk memuliakannya. Al-Qur’an tidak hadir untuk menghilangkan tradisi luhur yang telah hidup di tengah masyarakat, melainkan menyempurnakan nilai-nilai kebaikan yang sudah ada,” ujarnya.

Ia mencontohkan dakwah Wali Songo yang mengedepankan pendekatan budaya sehingga Islam dapat diterima masyarakat tanpa menghilangkan identitas lokal.

“Al-Qur’an bertemu dengan kearifan lokal. Dari pertemuan itulah lahir harmoni, bukan benturan, dan pada akhirnya melahirkan sebuah peradaban,” katanya.

Muchlis juga mengapresiasi pandangan Gubernur Elisa Kambu yang menempatkan MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan gerakan membangun karakter generasi muda.

Menurutnya, MTQ kini telah berkembang menjadi pesta rakyat keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki dimensi keagamaan, sosial, ekonomi, budaya, hingga pembangunan masyarakat.

“MTQ bukan lagi sekadar lomba tilawah atau hafalan Al-Qur’an. MTQ telah menjadi ruang syiar Islam sekaligus penggerak ekonomi dan penguat persatuan masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai keberadaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sangat strategis. Karena itu, LPTQ diharapkan tidak hanya menjadi penyelenggara MTQ, tetapi juga menjalankan pembinaan Al-Qur’an secara berkelanjutan sepanjang tahun.

“LPTQ harus menjadi lembaga yang terus membina masyarakat agar nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi, bukan hanya menjelang pelaksanaan MTQ,” katanya.

Menurut Muchlis, pembinaan tersebut membutuhkan dukungan kebijakan, anggaran, sarana dan prasarana, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kita tentu membutuhkan gedung yang baik dan fasilitas yang memadai. Namun, yang jauh lebih penting adalah membangun manusianya, membangun manusia yang jujur, berkarakter, mencintai keadilan, dan memiliki akhlakul karimah. Semua itu berawal dari pendidikan Al-Qur’an dan penanaman nilai-nilai kitab suci,” tegasnya.

Atas nama Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya Gubernur Elisa Kambu, atas komitmennya mendukung penyelenggaraan MTQ dan pembinaan Al-Qur’an.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun terus diperkuat agar LPTQ mampu menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berkarakter.

“Papua Barat Daya memang masih provinsi yang sangat muda, tetapi memiliki visi pembangunan yang besar. Semoga MTQ ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun Papua Barat Daya yang maju secara ekonomi, berkembang infrastrukturnya, sekaligus kuat karakter masyarakatnya,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Muchlis mengucapkan selamat kepada seluruh peserta MTQ II Papua Barat Daya.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua. Semoga MTQ ini menjadi jalan turunnya keberkahan bagi Papua Barat Daya, mempererat persaudaraan di tengah keberagaman, menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an, serta membangun daerah yang maju, damai, harmonis, dan bermartabat di bawah naungan petunjuk Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.(***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.