SORONG, sorongraya.co – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Barat Daya menggelar Rapat Kerja Daerah, Pendidikan dan Pelatihan Dasar serta Forum Bisnis Daerah.
Kegiatan yang digelar di Gedung LJ, Kota Sorong ini berlangsung sejak Sabtu, 02 Mei 2026 sampai dengan Minggu 03 Mei 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Fadlia Sanusi Rahaningmas mengatakan kegiatan ini didukung penuh oleh Ketua HIPMI PBD Rob Rafael. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap.
“Hari pertama Rakerda dan Diklatda, hari kedua akan digelar Forum Bisnis Daerah. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, BPC Hipmi se Papua Barat Daya, senior HIPMI dan organisasi kepemudaan dan mahasiswa,” kata Fadlia saat menyampaikan laporan panitia.
Fadlia berharap Kegiatan ini menjadi wadah konkret untuk mempertemukan para pelaku usaha, pengambil kebijakan serta generasi muda yang berambisi membangun Papua Barat Daya melalui sektor wirausaha.
Tak hanya itu, Muhammad Mafa Uswanas yang mewakili DPP HIPMI mengaku jika kegiatan yang digelar oleh HIPMI PBD merupakan agenda penting organisasi.
“Tiga agenda ini merupakan wajib diikuti oleh pengurus DPC HIPMI, jika ingin maju ketua HIPMI berikutnya harus mengikuti kegiatan ini,” tegas Mafa dalam sambutannya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, yang diwakili Plt Kepala Dinas PTSP Papua Barat Daya, Novianto menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Rapat Kerja Daerah HIPMI Papua Barat Daya.
Kata Novianto, pemerintah Papua Barat Daya menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja yang berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Rapat kerja daerah bukan sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan, program kerja, serta langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Novianto.
Ia menekankan pentingnya kegiatan pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi para pengusaha muda. Menurutnya, peningkatan kompetensi dan daya saing menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis dan kompetitif.
Lebih lanjut disampaikan bahwa sebagai provinsi baru, Papua Barat Daya memiliki potensi sumber daya alam dan peluang ekonomi yang sangat besar. Namun demikian, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.
“Di sinilah peran strategis HIPMI sebagai wadah pengusaha muda sangat dibutuhkan,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Novianto, berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan perizinan, penguatan akses permodalan, serta pengembangan sektor-sektor unggulan daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Rakerda dan kegiatan pelatihan ini, HIPMI Papua Barat Daya diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif dan adaptif sesuai kebutuhan daerah.














