Hukum & KriminalMetroPolitik

Dugaan Intimidasi, Akademisi Sebut Bisa Berdampak Politik Septinus Lobat di Golkar

×

Dugaan Intimidasi, Akademisi Sebut Bisa Berdampak Politik Septinus Lobat di Golkar

Sebarkan artikel ini
Ari Purnomo, S.IP, M.Si. Dekan FISIP UNAMIN Sorong.

SORONG, sorongraya.co – Kasus dugaan persekusi dan intimidasi yang dilakukan oleh sekelompok orang mengatasnamakan keluarga Wali Kota Sorong, Septinus Lobat hingga kini menjadi perhatian public.

Jika peristiwa intimidasi yang dialami oleh aktivis anti korupsi maupun Advokat ini tak kunjung diselesaikan dengan baik, hal ini tentu membawa dampak terhadap kepemimpinan maupun politik Septinus Lobat.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sorong, Ari Purnomo mengatakan kasus yang terus bergulir ini tentu diamati oleh masyarakat papua barat daya, sejauh mana kasus ini akan berakhir.

Baca: Dewan Adat: Andrew Warmasen dan Zakiah Umpain Anak Adat Betkaf

jika didiamkan dan tak ada titik damai, hal ini bisa saja dimanfaatkan dan dapat mempengaruhi karir politik Pak Septinus Lobat. Ia meminta agar Pak Septinus Lobat selaku Wali Kota Sorong dan juga bapak bagi masyarakat di kota sorong untuk meluruskan kejadian tersebut, apalagi sekelompok orang yang melakukan tindakan dugaan intimidasi menyebut sebagai keluarga Septinus Lobat.

“Kasus (dugaan intimidasi) yang terjadi saat ini dapat mempengaruhi karir politik Pak Septinus Lobat, Kalau mau dibawah kesana (Politik), bisa saja dimanfaatkan,” tutur Ari Purnomo kepada wartawan. Kamis lalu, 9 April 2026.

Baca juga: Diintimidasi Keluarga Wali Kota Sorong, Pengacara AW Lapor ke Polda PBD

Lebih lanjut Ari mengakui karir politik Wali kota Sorong (Septinus Lobat) saat ini lagi baik, hal ini terbukti saat calonkan diri menjadi ketua Partai Golkar Papua Barat Daya dan langsung dipilih dalam forum resmi, hanya saja sampai saat ini belum juga dilantik.

“Persoalannya belum dilantik saja (sebagai Ketua Partai Golkar PBD). Bisa saja lawan politiknya memnafaatkan ini. Persoalan ini bisa saja di bawa ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar), dan pimpinan pusat akan melihat seperti apa nanti, melihatnya sejauh mana pengaruhnya (Septinus Lobat) terhadap masyarakat. Kalau dalam politik itu pak wali kota itu mitranya masyarakat atau tidak, bisa diukur juga,” tuturnya.

Oleh karena itu Ia mengimbau agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik, sehingga persoalan personal tidak perlu dibawah ke ranah public.

Baca juga: Waspada! Modus Penipuan Mengatasnamakan Kemitraan Aice Cream di Face Book

Perlu diketahui bahwa kasus dugaan intimidasi yang dialami aktivis anti korupsi Andrew Warmasen dan Advokat Siti Zakiah Zakariah Umpain, terjadi pada Senin lalu, 6 April 2026. Masa yang mengatasnamakan keluarga Wali Kota Sorong Septinus Lobat terbelih dahulu mendatangi rumah Andrew Warmasen dengan membawa dua ekor hewan babi.

Keluarga serta warga di kompleks RT 03, RW 05 Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur dibuat shock dengan kedatangan massa. Mereka meminta agar Andrew Warmasen membayar denda adat terkait tudingan masa bahwa Andrew Warmasen adalah wartawan, bahkan bagian dari lingkaran proses hukum perdata yang telah bergulir di pengadilan negeri Sorong, terkait komitmen fee pengacara Tim Lobat Ansari (Losari).

Usai mendatangi rumah Andrew Warmasen, masa kemudian mendatangi rumah advokat Zakia Umpain. Kedatangan masa tentu membuat trauma mendalam keluarga. Bahkan dilingkungan tempat tinggalnya merasa panik atas kejadian tersebut.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.