SORONG,sorongraya.co- Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) menggelar Rapat Kerja (Raker) Forum Dekan AIPKI Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Papua (UNIPA) berpusat di Vega Hotel Sorong. Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi seluruh dekan Fakultas Kedokteran di Indonesia untuk membahas arah kebijakan dan tantangan pendidikan kedokteran nasional.
Ketua Umum AIPKI, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, menyampaikan bahwa AIPKI merupakan asosiasi yang menghimpun seluruh Fakultas Kedokteran di Indonesia dengan jumlah anggota mencapai 137 institusi
“AIPKI menghimpun Unit/Fakultas Kedokteran (UFK) untuk bersama-sama mengawal pendidikan kedokteran di Indonesia agar berjalan dengan baik dan berkualitas,”ujar Prof. Wisnu.
Ia menjelaskan, Forum Dekan AIPKI diselenggarakan secara rutin setiap enam bulan sekali. Pada tahun ini, forum dilaksanakan pada Januari di Universitas Papua dan akan kembali digelar enam bulan mendatang di lokasi berbeda.
Salah satu fokus utama dalam forum dekan kali ini adalah kebijakan Presiden Republik Indonesia yang mencanangkan peningkatan jumlah dokter dan dokter spesialis. Kebijakan tersebut berdampak pada kebutuhan peningkatan jumlah fakultas kedokteran serta program pendidikan dokter spesialis.
“Kami di AIPKI berdiskusi bagaimana kebijakan tersebut dapat diimplementasikan tanpa mengorbankan mutu lulusan pendidikan kedokteran,”tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Wisnu menyampaikan bahwa AIPKI berkomitmen mendukung peningkatan akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah tertinggal seperti Tanah Papua, salah satunya melalui penempatan tenaga dokter. Namun, ia menekankan bahwa pendirian fakultas kedokteran baru tetap memerlukan kajian yang matang.
“Secara jumlah, fakultas kedokteran di Indonesia sudah cukup. Tantangan utama saat ini adalah distribusi dan pendataan dokter agar dapat menjangkau wilayah seperti Tanah Papua,” jelasnya.
Sementara itu, Humas dan Kemitraan AIPKI, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan bahwa AIPKI sebagai organisasi nasional berkomitmen memastikan seluruh anggotanya berjalan bersama menuju kemajuan pendidikan dan pemerataan layanan kesehatan.
“Kami menyadari bahwa AIPKI adalah himpunan institusi pendidikan kedokteran dari seluruh Indonesia. Tidak ada yang tertinggal, semua anggota bergerak bersama agar layanan kesehatan dapat merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Papua yang dinilai sigap dan berkomitmen dalam menjalankan pendidikan kedokteran serta mengikuti gerak langkah AIPKI secara nasional.
“Kami bangga dengan UNIPA. Harapan kami, UNIPA di Tanah Papua dapat maju bersama institusi lain sebagai bagian dari tujuan besar AIPKI,” tambahnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Papua (FK UNIPA), dr. Herlina Yulidia, menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan kedokteran di Papua menghadapi tantangan besar akibat berbagai keterbatasan. Namun, dukungan AIPKI menjadi faktor penting dalam keberlangsungan FK UNIPA.
“Menyelenggarakan pendidikan kedokteran di Papua dengan segala keterbatasannya sangat sulit. AIPKI adalah salah satu asosiasi yang berperan besar dalam mendukung FK UNIPA sehingga kami bisa berjalan hingga saat ini,” ungkapnya.
Ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih karena melalui kebersamaan dengan AIPKI, Fakultas Kedokteran UNIPA dapat terus berkembang dan berkontribusi bagi peningkatan layanan kesehatan di Papua.















