SORONG, sorongraya.co – Yayasan Hijau Mandiri Papua menggelar Pesta Budaya bertajuk “Inklusi dan Budaya Bertumbuh di Tanah Papua” di Kota Sorong.
Kegiatan yang didukung penuh oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXIII Papua Barat, dan Papua Barat Daya itu juga melibatkan Komunitas Disabilitas Sorong.
Direktur YAHIMAP Sesario Benyamin Wenggi mengatakan, kegiatan ini bukan hanya diikuti oleh teman disabilitas, namun juga dari non disabilitas, hingga masyarakat adat Papua.
“Pesta budaya kali ini bertujuan agar ikut mendorong kemandirian, sehingga teman disabilitas dan peserta lain bisa mendiri,” ujar Sesario di Sorong, Kamis 15 Januari 2026.
Dalam momen ini sejumlah kegiatan digelar, mulai dari workshop pembuatan mahkota khusus teman disabilitas, kelas menulis esai, bahasa isyarat hingga panggung hiburan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus digalakan, sehingga teman disabilitas yang ada di Sorong memiliki ruang kreasi sendiri.
“Kita ingin selain membuka peluang ekonomi, lewat kerajinan disabilitas dapat mendorong teman disabilitas menjaga tradisi lokasi dan identitas masyarakat asli Papua,” katanya.
Pihaknya berharap, melalui pertemuan itu ke depan bisa membantu teman disabilitas di Kota Sorong dalam mendorong kemandirian.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua BaratDaya, Anace Nauw menyambut baik Pesta Budaya di Sorong.
“Kami sudah melakukan tahap perencanaan tahun 2025, kemudian masuk pembahasan, harmonisasi dan fasilitasi di pusat,” jelasnya.
Papua Barat Daya menjadi salah satu daerah baru di tanah Papua, yang memiliki peraturan daerah khusus (Perdasus) Provinsi tentang penyandang disabilitas.
Selanjutnya, pihaknya akan secepatnya ikut mensosialisasikan Perdasus soal disabilitas, sehingga memberikan perlindungan kepada teman-teman yang berkedudukan khusus.

















