AIMAS, sorongraya.co- Penyandang disabilitas di Kabupaten Sorong menerima bantuan alat pendukung aktivitas sehari-hari dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) PBD. Bantuan tersebut membawa kebahagiaan dan harapan bagi para penerima.
Bantuan yang disalurkan berupa 50 unit alat bantu disabilitas yang terdiri atas kursi roda, tongkat ketiak, tongkat kaki tiga, serta alat bantu dengar.

Selain bantuan alat bantu disabilitas, pemerintah juga menyalurkan sebanyak 330 paket sembako serta bantuan alat pertanian melalui Dinas Pangan dan Pertanian.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa negara hadir dan memberikan perhatian yang sama kepada seluruh warga negara tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas, anak yatim piatu, lansia, serta kelompok rentan lainnya.
“Negara ini adalah negara kita bersama. Pemerintah memberikan perhatian yang sama bagi semua warga negara, baik yang normal maupun penyandang disabilitas, anak-anak yatim piatu, lansia, dan kelompok rentan lainnya,”ujar Gubernur.
Ia mengakui bahwa pemerintah masih menghadapi berbagai keterbatasan sehingga belum dapat sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk komitmen dan niat tulus pemerintah untuk terus berjuang menghadirkan keadilan sosial.
“Apa yang kami bawa hari ini mungkin belum dapat memenuhi semua kebutuhan, tetapi ini adalah wujud kepedulian dan perhatian pemerintah agar seluruh anak bangsa mendapatkan perlakuan yang sama,”tambahnya.
Secara khusus kepada penyandang disabilitas, Gubernur mengingatkan bahwa tidak ada perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Yang terpenting adalah semangat untuk bangkit, berjuang, dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Jika semangat itu tumbuh dalam diri kita, maka sebesar apa pun rintangan dan hambatan, kita pasti bisa maju,”tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersyukur, berdoa, dan bekerja keras, karena menurutnya, pertolongan Tuhan akan datang pada waktu yang tepat melalui berbagai cara.
“Mari kita maksimalkan potensi yang ada pada diri kita untuk sesama. Berikan yang terbaik bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,”pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya, Anace Nauw, menjelaskan bahwa Provinsi Papua Barat Daya membawahi lima kabupaten dan satu kota dengan jumlah penduduk berdasarkan Sensus Penduduk 2022 sebanyak 542.999 jiwa.

Ia menambahkan, berdasarkan data Long Form Sensus Penduduk 2020, prevalensi penyandang disabilitas usia di atas lima tahun di Provinsi Papua Barat Daya mencapai 1,4 persen.
“Angka ini setara dengan kurang lebih 4.297 jiwa setelah pemekaran dari Provinsi Papua Barat,”jelasnya.

Tujuan kegiatan ini, lanjut Anace, adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan kelompok rentan di Provinsi Papua Barat Daya dengan memenuhi kebutuhan dasar berupa alat bantu disabilitas guna meningkatkan mobilitas, kemandirian, serta akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mencukupi kebutuhan pangan dasar bagi lansia dan anak-anak dalam pengasuhan sebagai bentuk perlindungan sosial.

















