Uncategorized

Penanggulangan HIV/AIDS Perlu Diperhatikan Oleh Pemerintah Kota Sorong

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Data yang dirampung oleh media ini dari Dinas Kesehatan Kota Sorong dikehtahui bahwa, tingkat kematian Orang Dengan HIV (Odhiv) yang ada di Kota Sorong sebesar 306 Jiwa ditahun 2021 dan 314 ditahun 2022. Hal ini sebebnya pemerintah daerah perlu perhatian tentang HIV/AIDS.

Pertemuan bersama Yayadan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya, Dinas Kesehatan, Dinas Ketenaga Kerjaa, Bappeda, Disnaker lainnya di Hotel Said Mariar, 25 Agustus lalu menginginkan dinas terkait ikut serta peran dalam penanggulangan HIV tersebut.

SKM Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir meminta dinas Ketenaga kerjaan Kota Sorong memberikan edukasi-edukasi dan pemahaman terhadap pekerja atau pihak perusahaan jika, menemukan Karyawan yang terdeteksi HIV maka jangan langsung dipecat karena itu sudah tercatat dalam undang-undang.

” di tahun 2022 sebanyak 314 jiwa yang meninggal Masuk perawatan 2.353,memenuhi syarat ARV pengobatan 2.594″, tambahnya.

Setiap orang dengan HIV/AIDS tetap bisa aktif mengambil peran di dalam lingkungan bermasyarakat, termasuk dengan terus beraktivitas dan bekerja dengan normal. Pekerja/Buruh Dengan HIV/AIDS berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja dengan pekerja/buruh lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara, Ketua Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS),Iqbal Habibi, juga senada dengan apa yang dikatakan oleh Jrnny Isir bahwa sangat perlu perhatian penuh pemerintah yang terkait dengan HIV ini.

“Tadi kami sudah paparkan yaitu 1 Jumlah Komulatif orang yang Tes HIV 58.503, Jumlah orang yang Positif 3.237, Jumlah orang yang masuk dalam Perawatan HIV 2.353,Jumlah orang yang memenuhi Syarat ARV 852, Jumlah orang yang Star Pengobatan ARV 124, Jumlah orang yang sedang On ARV 981,Jumlah orang yang belum memulai ARV 1.355, Jumlah yang Lost to Follow Up (LFU) 2.322, Jumlah kasus dari Notifikasi pasangan (NOL)”, Ujarnya.

Iqbal menambahkan, Jumlah kasus dari Notifikasi pasangan NOL, dikarenakan adanya pasangan suami istri yang tidak terbuka tentang statusnya, jika ingin diperiksa salahsatu pangan tersebut tidak ada ditampat kadang, hal itulah sulit mendapatkan hasil dilapangan.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.