Suasana rapat inventarisasi modal awal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabupaten Paniai, Provinsi Papua. (Foto-Jun)
Uncategorized

DPMK Kabupaten Paniai Inventarisir Modal Awal Badan Usaha Milik Desa

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Kantor Dinas Pemberdayaan dan Kampung (DPMK) Madi Kabupaten Paniai, Provinsi Papua, Senin, 23 Mei 2022 kemarin melakukan inventarisasi modal awal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Yogi, pihaknya pernah melakukan pembentukan kepengurusan yang anggotanya dari beberapa Kampung untuk menyuarakan aspirasi masyarakat soal modal awal pembentukan BUMdes.

Yogi menmbahkan, hal ini sebagai upaya tindaklanjut BUMDes membentuk pengurus di setiap kampung dengan alasan banyaknya pengangguran yang tidak di dukung dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.

Makanya, kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengurangi pengangguran dan bisa mengambil nagian di sini,” ujar Yogi.

Lebih lanjit Yogi mrngatakan, jumlah pengangguran masih tinggi, tidak seimbang dengan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat kampung. Selain itu, mereka yang lulusan SMA/SMK maupun sarjana tidak diakomodir dalam perekrutan CPNS maupun honorer Aparatur Sipil Negara (ASN).

” Dengan niat baik, kami melakukan perekrutan agar kedepannya mereka menjadi pengurus BUMDes di kampungnya masing-masing,” kata Yogi.

Dia berpesan, setiap pengurus BUMDes kampung harus menjaga kekompakan. Bahkan Yogi mengutip pernyataan Presiden bahwa masyarakat yang ada di pinggiran maupun perbatasan desa harus maju untuk mewujudkan pemulihan ekonomi desa sehingga pengangguran dapat diatasi melalui Program Nasional BUMDes.

Sementara itu, Bendahara DPMK kabupaten Paniai, Yolina Talapary saat pertemuan menyampaikan untuk progress pada data yang sudah masuk di lapangan kerja sangat penring untuk dijalankan selama tahun 2022. Saat ini pengajuan dalam RKPD desa adalah 4 kecamatan yang bisa dijalankan tahun ini. Hal itu telah mendapat persetujuan dalam musyawarah desa bulan Oktober lalu.

” Tahun depan data dari enurut Yolina, 216 desa tetap kita sinkronisasi sesuai target teman-teman pengurus yang sedang dijagokan saat ini,” kata Yolina.

Kepala Bidang DPMK Abet Pekey memandang bahwa apa yang di lakukan ini merupakan niat baik bagi pengurus dan masyarakat termasuk pengangguran biar bisa membuka usaha apa saja melalui penyertaan dana asli desa sesuai iklim dan perkembangan kampung

Harpannya, dengan niat baik ini, pengurus dan masyarakat termasuk pengangguranyang ada di kampung dapat membuka usaha apa saja yang bisa di kelola sendiri melalui penyertaan dana asli desa sesuai iklim dan perkembangan kampung,” ujarnya.

Selain usaha yang bagus, keberadaan BUMDes juga harus memerhatikan masyarakat yang ada di kampung.

” Ketika program masyarakat desa bisa berjalan baik sesuai program kerja saat ini, tentunya masyarakat bisa mengelola dan merencanakan apa yang menjadi keinginan mereka di kampung,” beber Yunus Eki Gobay.

Tokoh pemuda ini pun berharap, jika program ini berjalan baik, maka kedepannya 216 kampung di kabupaten Paniai ini akan lebih bagus dan sangat dimaksimalkan usaha BUMDes masing-masing.

Sebagai operator BUMDes kabupaten Paniai saya mengapresiasi 199 desa yang dinyatakan lolos verifikasi akta persetujuan dari Kemendes PDTT. Dengan demikian, setiap desa sudah harus mencanangkan program kerja sehingga dapat dijalankn secepatnya oleh masyarakat desa setempat,” kata Jery.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.