Tanah Papua

Pasca Tragedi Kisor Kondisi Kabupaten Maybrat Telah Kondusif

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Bupati Maybrat Bernard Sagrim mengatakan, meskipun di tahun 2021 lalu, tepatnya tanggal 2 September 2021 terjadi tragedi penyerangan Pos Koramil Kisor yang menyebabkan empat prajurit TNI AD meninggal dan dua anggota luka berat.

Tragedi tersebut juga berdampak pada pelayanan yang diberikan oleh semua pihak. Perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang diwarnai suka cita.

Perayaan Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu dilaksanakan dalam kondisi memprihatinkan. Kendati demikian, jangan sampai menyurutkan semangat kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

” Kita harus menunjukan kepada semua stakeholder yang ada di tanah Papua bahwa situasi di kabupaten Maybrat telah kondusif,” ujar Bupati Maybrat Bernard Sagrim, Rabu kemarin.

Kondisi Maybrat sekarang tidaklah membuat kita takut dan panik dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat. Kolaborasi sangat penting dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat.

” Semua pihak harus berkolaborasi untuk bangkit memulihkan kabupaten Maybrat yang kita cintai. Ini merupakan momentum guna meyakinkan semua pihak yang ada di dalam maupun luar Maybrat bahwa situasi di Ibu Kota Maybrat, Kumurkek aman terkendali. Tidak ada alasan bagi semua pejabat untuk tidak bekerja,” kata Bernard.

Sementara itu, Dandim 1809 Maybrat, Letkol Inf Hery Ismail menegaskan, kondisi terakhir di Aifat Raya berangsur-angsur kondusif. Hal ini ditandai dengan pulangnya ratusan pengungsi ke rumah mereka masing-masing.

Hery mengaku ratusan warga dari kampung Kisor, Roma dan Tholak yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumahnya.

” Kita memberikan jaminan keamanan bagi warga yang mengungsi untuk kembali ke rumah,” kata Hery saat meninjau pos pengamanan yang ada di pertigaan Susumuk.

Terkait komunikasi sosial, sesuai perintah Panglima TNI, satgas yang tadinya melakukan pengamnaan kini berganti nama menjadi satgas Koramil telah membangun komunikasi dengan warga yang ada di Maybrat.

Hery menegaskan, untuk pengungsi yang telah dipulangkan ke kampung Kisor berjumlah 130 orang, sedangkan di wilayah Susumuk Raya, khususnya kampung Tehite dan perbatasan Kisor berjumlah 300 orang.

Sementara salah seorang warga Susumuk yang sempat ditemui dan diajak berbincang-bincang oleh dandim mengaku, dirinya sudah 3 bulan berada di Sorong. Mengungsi di tempat saudara dan baru saja kembali ke rumahnya di Susumuk.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.