Secara Simbolis Diberikan Kepada Masing-masing Kepada Penerima Bantuan BSPS.
Tanah Papua

Di Kota Sorong, Sebanyak 1.271 Warga Terima Bantuan BSPS

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Sebanyak 1.271 warga Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (PBD) mendapat penerima manfaat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kota Sorong dari Komisi V DPR RI, Fraksi PDI Perjuang melalui kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Sorong.

Sebagaimana Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 07/prt/m/2022 tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Ribuan rumah di bagi menjadi beberapa bagian yakni 20 rumah untuk perkampungan, 20 untuk pegunungan, 20 untuk pedesaan serta di pesisir pantai secara bertahap. Penerima manfaat BSPS tersebut dilihat dari kondisi rumah yang sudah tidak layak huni dan bangunan yang sudah rusak-rusak.

” Data yang sudah dikumpulkan tidak bisa terpisah-pisah. Data perkampungan itu sendiri harus disatukan”, ujar Anggota Konisi V DPR RI Harvey Malaihollo di Bank Papua, Sebin, 13 Maret 2023.

Harvey menambahkan, total anggaran sebesar 2 miliar dibagikan kepada 20 penerima manfaat, masing-masing sebesar 40 juta rupiah untukmereka berada di kepulauan m. Sementara yang berada di daerah kota menerima sebesar 23 juta rupiah per penerima manfaat.

” Alasan dibedakan karena biaya transportasi untuk mengangkut bahan bangunan di daerah kepulauan lebih mahal dibandingkan di kota,” kata Harvey.

Secara Simbolis Diberikan Kepada Masing-masing Kepada Penerima Bantuan BSPS.

Harvey bersyukur dapat memperjuangkan semua ini di pusat dan Kementerian PUPR. Setiap saya bersosialisasi program yang saya perjuangkan bisa membuahkan hasil.

” Dana yang sudah tersalurkan untuk bantuan bedah rumah disiapkan buku rekening Bank Papua bagi setiap masing-masing penerima manfaat tersebut,” ujar Harvey.

Sementara Penjabat Wali Kota Sorong George Yarangga yang disampaikan Staf Ahli Ekbang Amos Kareth, harapan kami, dengan adanya program BSPS ini dapat meringankan beban masyarakat dalam meningkatkan kualitas rumah sehingga jumlah rumah tidak layak huni dapat berkurang secara bertahap.

Dikatakan olrh Amos Kareth, ini merupakan bantuan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru beserta sarana dan prasarana serta utilitas umum.

” Pembangunan perumahan dan permukiman kebijakan harus di dukung. Karenanya, program yang komprehensif dan terpadu selain mampu memenuhi hak dasar rakyat juga akan menghasilkan suatu lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat, serasi, harmonis, aman dan nyaman,” ujarnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.