Sekelompok warga Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Bara bentrok hebat dengan petugas kepolisian setempat, di depan Aimas Convention Center (ACC), Kamis (21/03).

Tak Masuk Dalam DPT, Sekelompok Warga Bentrok Hebat Dengan Polisi di Sorong

Bagikan ini:
  • 268
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    268
    Shares

AIMAS.sorongraya.co– Sekelompok warga Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Bara bentrok hebat dengan petugas kepolisian setempat, di depan Aimas Convention Center (ACC), Kamis (21/03).
Hal ini dipicu lantaran salah seorang warga diketahui tak tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Sorong. Seketika warga melakukan aksi provokasi mengajak rekan dan keluarganya untuk melaklukan aksi demo ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sorong.

Pantauan langsung sorongraya.co, massa yang berjumlah sekitar seratus orang langsung memadati halaman Kantor KPU Kabupaten Sorong dan melakukan aksi demo menuntut Ketua KPU mundur dari jabatanya.

Petugas kepolisian yang menerima laporan adanya aksi demo, pun, langsung melakukan pengamanan terhadap massa yang mengamuk tak terkontrol. Petugas kepolisian berupaya mengendalikan massa dengan mengurai konsentrasi.

Namun keadaan semakin tidak dapat terkontrol dengan baik, sehingga memaksa aparat kepolisian menurunkan Bawah Kendali Operasi (BKO) Gabungan TNI dan Brimob untuk mengendalikan amukan massa.

Bahkan sejumlah toko yang berada di sekitar lokasi kejadian ikut dirusak dan dijarah. Namun berkat kesigapan petugas situasi berhasil dikendalikan dan beberapa yang dicurigai sebagai provokator dalam aksi ini turut diamankan. Dan salah satunya berhasil dilumpuhkan oleh tim K9.

Berikut merupakan simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota yang digelar oleh Polda Papua Barat dan TNI dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam menghadapi pemilu 2019.

Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Rudolf Alberth Rodja di hadapan seluruh tamu undangan dan personil aparat kepolisian serta TNI, sangat mengapresiasi pelaksananan simulasi yang berlangsung. Dimana hal ini dianggap sebagai barometer dalam melihat dan mengukur kesigapan aparat menghadapi segala kemungkinan yang terjadi saat pemilihan umum.

Selain itu, juga sekaligus melihat segala kekurangan sehingga dalam pelaksananaan nanti, berbagai bentuk gangguan dapat di minimalisir oleh aparat yang bertugas.

“Kami berharap pada hari (Pemilu) H, rekan-rekan tetap semangat untuk melaksanakan pengamanan pesta demokrasi yang puncaknya, 17 April nanti. Inilah gambaran kemungkinan yang akan terjadi di lapangan sehingga personil-personil, orang perorang dia harus tahu tugas dan tanggung jawabnya tidak bisa tidak,” kata Rodja.

Ia mengingatkan, bahwa petugas kepolisian baik dari Polres, polsek bahkan dibantu dari Koramil Babinsa akan melakukan pengamanan di setiap TPS.

“Yang terpenting bagaimana cara kita berkomunikasi dengan baik, dengan siapapun termasuk kepada para pendemo seperti tadi,” pesan Rodja. [dw]


Bagikan ini:
  • 268
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    268
    Shares