Abdullah Gazam saat menggelar Resese ke II bersama masyarakat nelayan Jembatan Puri. [foto: amat-sr]
Politik

Ini Keluhan Nelayan Jembatan Puri

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Sejumlah nelayan yang berdomisili di seputaran Jembatan Puri, Kota Sorong menyampaikan keluhan yang dirasakan selama ini. Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua Komisi I DPRD Papua Barat, Abdullah Gazam saat menggelar reses pada Sabtu sore 15 Februari 2020.

Nelayan dan warga sekitar mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sebagian dari mereka terpaksa harus mengeluarkan uang untuk membeli air tangki milik pihak swasta, padahal di Kota Sorong sendiri telah tersedia Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM).

Kepada sorongraya.co Abdullah Gazam mengaku bahwa warga jembatan puri yang sebagian besar sebagai nelayan itu juga mengeluhkan rumah mereka yang terlihat kumuh dan tak layak huni.

“Selain rumah, soal sampah laut yang dibuang sembarangan oleh masyarakat kota Sorong juga menjadi keluhan warga, karena mereka masyarakat sekitar yang kena dampak menerima semua sampah itu, akibatn perputaran arus laut sehingga membawa sampah masuk ke kolong rumah warga,” tutur Gazam.

Ketua DPW PKB Papua Barat ini juga mengaku bahwa masyrakat nelayan juga mengharapkan bantuan peralatan perlengkapan melaut seperti perahu dan mesin tempel agar mempermudah mereka saat melakukan aktivitas di laut.

Sejumlah aspirasi yang dikumpulkan itu kata Gazam akan ditindaklanjuti secara kelembagaan. “Jadi ini kami kumpulkan dan nantinya akan dibahas di DPRD,” ujar Abdullah Gazam.

Dalam reses tersebut turut hadir sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta mama-mama Papua. “Mereka sangat antusias menyampaikan aspirasinya, mulai dari usul saran serta harapan mereka, salah satu diantaranya lagi-lagi soal pasokan air bersih yang sampai saat ini tidak pernah ada solusi konkritnya,” ucap Abdullah Gazam.

Diakhir pertemuan, Abdullah yang dikenal sangat dermawan ini langsung memberikan bantuan pipa air. Dirinya berharap pipa yang diberikan dapat meringankan beban warga dalam memperoleh air yang biasanya mereka pikul.

“Semoga dengan bantuan pipa ini, bisa membantu mempermudah masyarakat dalam mengangkut air yang biasanya mereka pikul,” pungkasnya. [mat]

Editor: Junaedi


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.