Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, Netty Naomi Howay. (Trisnah)
Metro Pendidikan & Kesehatan

Prevalensi Stunting di Kota Sorong Menurun

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, Netty Naomi Howay mengatakan prevalensi stunting di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya mengalami penurunan yang lumayan pada 31 Oktober 2023.

Berdasarkan data yang ada prevalensi stunting di kota Sorong turun dari 38,27% menjadi 9,8%.

 

” Penurunan prevalensi stunting ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, termasuk pemda, mitra kerja dan masyarakat,” kata Netty Howay di Rylich Panorama Hotel, 01 November 2023.

Netty Howay mengaresiasi semua pihak yang telah bersinergi menurunkan prevalensi stunting di Papua Barat Daya.

Menurutnya, prevalensi stunting di Papua Barat Daya masih dinamis dan akan terus bergerak. Oleh karena itu, ia berharap angka yang sudah keluar pada 31 Oktober 2023 tidak bergerak naik lagi pada November, melainkan turun dengan program-program yang telah dibuat oleh pemerintah daerah.

Lebih lanjut Netty mengatakan, Dinkes Papua Barat Daya juga telah mendistribusikan bahan makanan atau tempe pemulihan untuk ibu hamil dan anak kurang gizi ke setiap kabupaten dan kota.

Ia pun meminta petugas kesehatan puskesmas memantau perkembangan anak-anak bayi dan balita dengan melihat berat dan tinggi badan agar bisa diketahui apakah ada penurunan atau kenaikan.

Mantan Kepala Inspektorat Pemkab Maybrat ini menyebut bahwa dinkes Papua Barat Daya juga akan melakukan program prioritas 1.000 hari kehidupan dengan membuka dapur gizi di setiap kabupaten.

” Dapur gizi ini nantinya akan menyiapkan makanan bagi anak bayi, balita maupun ibu hamil,” tutupnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.