Abdullah Gazam, Deklarator AMI
Opini

Cak Imin Bukan Mengancam, Tapi Menyayangi

Bagikan ini:
  • 98
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    98
    Shares

SORONG – Bahwa apa yang disampaikan oleh Cak Imin dalam acara Mata Najwa beberapa waktu lalu itu bukanlah ancaman melainkan realitasnya memang demikian, bahwa jangan sampai trennya pak Jokowi yang saat ini lagi bagus-bagusnya akan menurun drastis tingkat kepercayaan publik hanya karena salah memilih pasangan wapresnya.

Apa pun yang di sampaikan oleh Cak Imin itu adalah bentuk cinta dan sayangnya Cak Imin kepada pak Jokowi karena bagaimana pun saat ini sama-sama dalam satu koalisi Indonesia Hebat.

Dulu kan PKB dan Cak Imin juga kok yang mati-matian mendukung dan membela pak Jokowi dalam berbagai serangan isu dan memenangkan pertarungan bersama partai pendukung lainnya diantaranya dengan PDIP, Nasdem dan Hanura. Jadi bukanlah mengancam sebagaimana yang di besar-besarkan oleh petinggi PDIP.

Toh dulu pak Jusuf Kalla secara terang-terangan menyerang pak Jokowi menjelang Pemilu 2014 dengan sepotong kalimat bahwa “Jika Jokowi jadi Presiden Hancurlah Negeri ini” dan sungguh sangat menyakitkan ketika itu, tapi pada akhirnya pak Jusuf Kalla yang kemudian di pilih pak Jokowi mendampingi beliau untuk maju bersama dalam kontestasi dan alhamdulilah berhasil memenangkan pemilu presiden dan wakil presiden 2014 lalu. Mengapa itu bisa terjadi, karena kita mau memenangkan Indonesia ini secara bersama-sama dengan meletakan semua ego masing-masing.

Dilain sisi kita mestinya banyak belajar dari pengalaman Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu, yang saat itu siapa yang dapat mengira sang petahana Ahok akan tumbang alias kalah, padahal di berbagai survey sebelumnya Ahok di unggulkan jauh dari lawan-lawanya, tapi faktanya juga Ahok kalah, hanya karena isu agama atau isu identitas yang dimainkan oleh lawan politiknya.

Saya sekedar mengingatkan saja kepada tim Jokowi bahwa jangan pernah menganggap remeh kelompok “Sillent Hope” yang sudah di kemukakan oleh Cak Imin beberapa waktu lalu karena di dalamnya itu ada kekuatan Islam yang selama ini diam, jangan sampai saatnya nanti  mereka bukan lagi sillent tapi akan bangkit menjadi satu kekuatan baru yang semakin menguat menjelang Pilpres 2019 mendatang.

Olehnya itu sebelum terlambat agar sebaiknya pak Jokowi dan PDIP bersama partai politik yang telah mendeklarasikan untuk mendukung kembali pak Jokowi maju agar berfikir ulang secara matang  untuk mengambil pasangan Islam yang benar-benar dapat merepresentasikan kekuatan umat Islam Indonesia dalam mengawal pemerintahan 5 tahun ke depan.

Ingat, tawaran Cak Imin untuk maju mendampingi pak Jokowi itu bukanlah kemauan pribadi beliau sendiri tapi karena keterpanggilan moral dan kemauan para Kiyai, santri dan ulama yang menginginkan Indonesia jauh lebih baik lagi kedepan, karena jujur saja jika di amati dari sisi pembangunan fisik secara kasat mata memang pembangunan infrastruktur sangat masif dan nyata dimana-mana, tetapi pembangunan rohaniah manusia Indonesia jauh panggang dari harapan, sehingga momentum Pilpres 2019 nanti menjadi jalan tengah solusi keterwakilan umat Islam benar-benar harus ada di dalamnya sehingga yang di harapkan ke depan Indonesia menjadi negara yang mampu memadukan kekuatan lahiriyah dan batiniyah.

Oleh : Abdullah Gazam – Deklarator AMI (Anak Muda Indonesia)


Bagikan ini:
  • 98
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    98
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.